Senin, 09 Februari 2026

Kapolda NTT Kirim Konselor Psikologi Dampingi Keluarga Siswa Korban Bunuh Diri

Imanuel Lodja - Rabu, 04 Februari 2026 10:24 WIB
Kapolda NTT Kirim Konselor Psikologi Dampingi Keluarga Siswa Korban Bunuh Diri
dok
Isi surat korban sebelum meninggal.

digtara.com -Kejadian siswa kelas IV Sekolah Dasar di Kabupaten Ngada, NTT bunuh diri dengan cara gantung diri menjadi perhatian serius Kapolda NTT, Irjen Pol Dr Rudi Darmoko.

Baca Juga:

Pasca kejadian ini, Kapolda NTT memerintahkan Kapolres Ngada, AKBP Andrey Valentino menemui keluarga korban.

"Saya sudah perintahkan Kapolres Ngada untuk ke kediaman orang tua korban," tandas Kapolda NTT pada Rabu (4/2/2026) disela-sela syukuran direktorat reserse PPA dan PPO Polda NTT.

Melalui Kapolres Ngada, Kapolda NTT menyalurkan bantuan material dan dukungan moril.

Baca Juga:

Kapolda NTT juga langsung mengirimkan tim psikologi dan konselor dari Bagian Psikologi Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda NTT.

Tim terdiri dari Kompol Dwi Chrismawan (Kabag Psikologi Biro SDM Polda NTT) bersama Kompol Prasetyo Dwi Laksono (Kasubbag Psipol Bagian Psikologi Biro SDM) dan Bripda Yoseph Alexander Rewo (Bamin Bagian Psikologi Biro SDM Polda NTT).

Tim sudah ke Kabupaten Ngada pada Rabu (4/2/2026) dan memberikan pendampingan serta penguatan bagi keluarga korban.

Konseling dan pendampingian akan dilakukan tim pada 4-8 Februari 2026 di Karadhara, Desa Nenowea, Kecamatan Jerubuu, Kabupaten Ngada.

"(Tim melakukan) pembinaan dan pendampingan mental kepada keluarga korban," ujar Kapolda NTT.

Baca Juga:

Kabag Psikologi dan staf serta konselor dikirim untuk memberikan pendampingan pada keluarga korban.

"Kita harapkan langkah ini bisa membantu meringankan lesulitan keluarga korban," tambah Kapolda NTT.

Terkait motif korban memilih cara bunuh diri dengan gantung diri diakui Kapolda NTT karena masalah ekonomi.

"Motif utama karena hal itu namun masih didalami. Untuk sementara, sesuai dari hasil penyelidikan awal dan olah TKP karena kekecewaan tapi masih didalami lagi," ujar Kapolda NTT.

Namun informasi awal, hasil olah TKP dan laporan awal bahwa tindakan korban karena masalah ekonomi.

Baca Juga:

YBR (10) ditemukan meninggal dengan posisi tergantung pada pohon cengkeh, Kamis (29/1/2026).

Korban yang juga siswa kelas IV Sekolah Dasar ditemukan di Karadhara, Desa Nenowea, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada.

Pohon cengkeh tempat korban yang juga warga Kampung Boloji, Desa Wawowae, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada gantung diri ini berada di kebun milik WN yang juga nenek korban di Dusun IV, Desa Nenowea.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru