Polresta Kupang Kota-Imigrasi TPI Kupang Bahas Masalah TPPO dan Imigran Gelap
digtara.com -Kapolresta Kupang Kota, Kombes Pol Djoko Lestari menerima kunjungan silaturahmi dari jajaran Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kupang, Rabu (28/1/2026).
Baca Juga:
- Bergandengan Tangan, Elemen Masyarakat di Manggarai Barat Bantu Ribuan Warga Terdampak Gempa Bumi
- Awalnya Pamit ke Kebun, Sepekan Kemudian Lansia Di Lembata-NTT Ditemukan Meninggal Membusuk di Kebunnya
- 181 Calon Kepala Desa di Manggarai Barat Pada 64 Desa Siap Bertarung, Polisi Sebar Anggota Pada 138 TPS
Kakanim didampingi Philipus Aloysius Fernandez (Kasubag TU), I Putu Sukarna Antara (Kasi Lantaskim), Albertus Widiatmoko (Kasi Inteldakim), Taufiq Rebowo Hasan (Kasi Tikkim), Arya Putra Fabanyo (Kasubsi TI), M. Ferry Syukri (Kasubsi Intelijen) dan Shasa Husaini.
Salah satu poin krusial yang dibahas adalah tingginya kerentanan wilayah Kupang terhadap kasus TPPO.
Baca Juga:NTT seringkali menjadi daerah asal maupun transit. Untuk itu diperlukan peningkatan pengawasan dengan memperketat pengawasan terhadap pergerakan orang di pintu-pintu masuk wilayah.
Selain itu perlu adanya edukasi kolektif, dengan menggencarkan sosialisasi TPPO kepada masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran kerja luar negeri yang tidak resmi (non-prosedural).
"pertemuan ini juga menyentuh penanganan imigran gelap yang kerap menjadi isu sensitif di wilayah perbatasan dan pesisir," ujar Kapolresta usai pertemuan.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kupang memaparkan mengenai proses pembuatan paspor yang kini terus dipermudah namun tetap melalui skrining ketat.
"Sinergi antara Polri dan Imigrasi adalah harga mati dalam menjaga kedaulatan serta melindungi warga Kupang dari ancaman kejahatan transnasional," ujar Kakanim.
Dengan pertemuan ini, diharapkan koordinasi di lapangan antara personel kepolisian dan petugas Imigrasi menjadi lebih solid, terutama dalam upaya preventif dan penegakan hukum di wilayah hukum Kota Kupang.
Baca Juga:
Bergandengan Tangan, Elemen Masyarakat di Manggarai Barat Bantu Ribuan Warga Terdampak Gempa Bumi
Awalnya Pamit ke Kebun, Sepekan Kemudian Lansia Di Lembata-NTT Ditemukan Meninggal Membusuk di Kebunnya
181 Calon Kepala Desa di Manggarai Barat Pada 64 Desa Siap Bertarung, Polisi Sebar Anggota Pada 138 TPS
Remaja Pria Warga Amfoang Timur-Kupang Ditemukan Pingsan di Wilayah Oecusse-Timor Leste
Story Whatsapp Berujung Laporan Polisi, Polisi Upayakan Penyelesaian Damai