Balita di Kabupaten Sikka Ditemukan Tenggelam dalam Lubang Galian MCK
digtara.com -M. R. Jelu, balita perempuan berusia 1,5 tahun, ditemukan tenggelam dan meninggal dunia di sebuah lubang berisi air yang berada di sekitar lingkungan tempat tinggalnya, di Dusun Luku, Desa Parabubu, Kecamatan Mego, Kabupaten Sikka pada Senin (26/1/2026).
Baca Juga:
Kejadian tersebut sontak mengundang perhatian aparat kepolisian dan warga sekitar, mengingat lokasi lubang berada tidak jauh dari pemukiman penduduk.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun. peristiwa bermula pada Senin pagi sekitar pukul 06.00 Wita.
Baca Juga:Kedua orang tua korban, R.R dan M. N. M, pamit ke nenek kandung korban untuk pergi ke kebun. Korban dititipkan pada sang nenek untuk dijaga.
Sekitar pukul 08.00 Wita, korban sempat diberi makan oleh neneknya.
Setelah itu, korban digendong dan dibawa ke area pemakaman keluarga yang berjarak kurang lebih 100 meter dari rumah, dimana beberapa anggota keluarga lainnya tengah duduk.
Namun, tak berselang lama, nenek korban menyadari bahwa cucunya tidak lagi berada di sekitarnya.
Bersama dua warga lainnya, pencarian pun dilakukan dengan perasaan cemas.
Baca Juga:Beberapa menit kemudian, korban ditemukan dalam kondisi mengapung di dalam sebuah lubang yang berisi air.
Korban kemudian segera dievakuasi, namun nyawanya tidak tertolong.
Dari hasil pemeriksaan di lokasi kejadian, lubang tersebut diketahui merupakan galian MCK yang dibuat sejak Desember 2025, namun belum ditutup atau difungsikan secara layak.
Polsek Paga segera berkoordinasi bersama Sat Reskrim Polres Sikka, Unit Intelkam, serta Sub Sektor Mego.
Petugas mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan melakukan olah TKP bersama Kaur Identifikasi Polres Sikka, tenaga medis dari Puskesmas Feondari, serta personel gabungan Polres Sikka dan Polsek Paga.
Baca Juga:Keluarga korban menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.
Orang tua korban menolak dilakukan otopsi dan proses hukum lanjutan, sebagaimana tertuang dalam berita acara yang telah ditandatangani.
Pihak kepolisian juga melakukan pengamanan terhadap nenek korban, menyusul adanya kekhawatiran potensi konflik emosional pascakejadian.
Kepolisian mengimbau kepada masyarakat agar lebih memperhatikan faktor keselamatan lingkungan, khususnya lubang galian atau bangunan yang belum selesai dan berpotensi membahayakan, terutama bagi anak-anak.
Tragedi ini meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan masyarakat setempat, sekaligus menjadi pelajaran penting akan pentingnya pengawasan terhadap anak dan keamanan lingkungan tempat tinggal
Baca Juga:
Baling-baling Mesin Perahu Terlepas, Dua Nelayan di Kabupaten Sikka Hilang di Laut
Berkas Perkara Adik Bunuh Kakak di Sikka-NTT P21, Tersangka Dilimpahkan ke Jaksa
Petani di Sikka-NTT Tewas Tertimpa Pohon Kemiri
Pemuda di Sikka Tewas Tersengat Listrik Saat Isi Token
Dua Rumah Warga Tertimpa Pohon Tumbang Saat Hujan di Kabupaten Sikka