Orang Tua Cari BBM, Remaja di Sabu Raijua Tewas Tersengat Aliran Listrik di Kandang Babi
digtara.com -Mahesa Pena Oni (15), remaja pria di Kabupaten Sabu Raijua ditemukan meninggal dalam kandang babi di belakang rumahnya di RT 004/RW 002, dusun I, Desa Depe, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua.
Baca Juga:
Korban terkena aliran listrik pada Senin, 26 Januari 2026 siang sekitar pukul 13.00 Wita.
Ia sempat dilarikan ke rumah sakit umum Menia, Kabupaten Sabu Raijua.
Baca Juga:Saat kejadian, kedua orang tua korban Marthen Pena Oni (46) dan Mariana Haba (40) sedang ke Seba mencari Bahan Bakar Minyak (BBM).
Senin siang, orang tua korban meminta korban memotong rumput untuk pakan ternak sapi karena kedua orang tua korban hendak ke desa tetangga untuk mencari BBM.
Setelah kedua orang tua korban berangkat, korban keluar dari dalam rumah dan mengambil selang air untuk menyiram ternak babi yang kepanasan.
Sekitar setengah jam kemudian, kedua orang tua korban pulang ke rumah. Ayah korban ke WC, sementara ibu korban masuk ke dalam rumah.
Ibu korban melihat colokan kabel dinamo sementara tercolok sehingga ibu korban mencabut colokan dinamo tersebut lalu menuju ke kandang babi untuk melihat korban.
Baca Juga:Di kandang babi, ibu korban melihat korban tergeletak di tanah sehingga ia berteriak memanggil ayah korban untuk melihat kondisi korban.
Ayah korban sempat menelepon pihak rumah sakit Menia, namun karena tidak ada respon maka ayah korban meminta tolong warga untuk membawanya ke rumah sakit Menia.
Kapolres Sabu Raijua, AKBP Paulus Naatonis membenarkan kejadian ini dan mengaku kalau kasus ini sudah ditangani namun orang tua korban iklas menerima kematian korban.
Baca Juga:
Stok BBM Cukup Menjelang Idul Fitri, Bupati Langkat Syah Afandin Imbau Masyarakat Tidak Panic Buying
Stok BBM Nasional Aman, Pertamina Pastikan Cadangan Energi Bisa Bertahan Hingga 35 Hari
Pertamina Jelaskan Soal Stok BBM 20 Hari: Bukan Hanya Cukup 20 Hari, Tapi Bisa Hadapi Lonjakan Konsumsi
Warga Serbu SPBU, Pertamina Pastikan Stok BBM Aman dan Imbau Masyarakat Tidak Panic Buying
Ditangani Sejak Akhir 2024, Kasus BBM Bersubsudi di Manggarai P21