Senin, 26 Januari 2026

Diterjang Angin Puting Beliung, Bocah di Kupang Terhempas Bersama Puing-puing Rumah

Imanuel Lodja - Senin, 26 Januari 2026 12:20 WIB
Diterjang Angin Puting Beliung, Bocah di Kupang Terhempas Bersama Puing-puing Rumah
ist
Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma saat mendatangi lokasi bencana alam di Kelurahan Belo

digtara.com -Sabtu (24/1/2026) tengah malam, suasana sunyi terasa di RT 02/RW 01, Kelurahan Belo, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

Baca Juga:

Namun keheningan malam bagi warga yang rata-rata sudah pulas dalam tidur terusik dengan angin puting beliung datang secara tiba-tiba.

Angin kencang menyeret rumah-rumah warga, dan hampir merenggut nyawa seorang bocah perempuan berusia sembilan tahun, Stela Amsele.

Stela masih diliputi trauma. Ia adalah saksi hidup bagaimana dalam hitungan detik, angin kencang menghempaskan Stela bersama puing-puing rumah sejauh kurang lebih 7 meter ke dalam semak-semak.

Baca Juga:
Malam itu juga menjadi ujian hidup dan mati bagi Stela, dua adiknya, Edwin Amsele (7) dan Irwan Amsele (2), serta sang ibu, Litwina Pakae (40).

Tanpa kepala keluarga di rumah, Litwina bertarung sendiri melawan amukan alam demi menyelamatkan ketiga anaknya.

Suaminya telah dua tahun merantau ke Kalimantan, meninggalkan Litwina membesarkan anak-anak seorang diri.

Suara gemuruh angin bercampur bunyi gesekan kabel dan tower listrik yang berdiri tepat di samping rumah membuat Litwina siaga.

Tak lama, listrik padam. Gelap menyelimuti rumah sempit itu. Angin semakin kencang.

"Kondisi saat itu gelap. Angin mulai kencang jadi kami bangun semua," tutur Litwina mengenang malam mengerikan tersebut.

Baca Juga:
Ia memerintahkan Edwin berlindung di bawah kolong tempat tidur. Dengan satu tangan, Litwina memeluk erat Irwan yang masih balita.

Sementara Stela, anak sulungnya, berusaha membantu mendorong pintu rumah agar tak jebol diterjang angin.

Namun alam terlalu kuat. Dalam waktu sekejap, atap rumah mereka terangkat dan raib entah kemana.

Angin menerobos masuk, menghempaskan apa saja yang dilaluinya.

"Kejadiannya sangat cepat dan tiba-tiba sekali kami sudah di luar. Rumah tidak ada lagi," ujar Litwina.

Kepanikan mencapai puncaknya. Di tengah gelap, dan angin, Litwina menyadari satu hal Stela tidak ada di dekatnya.

Baca Juga:
"Stela! Stela! Stela!" teriaknya berulang kali, menantang bising angin malam.

Panggilan itu akhirnya terjawab. Suara lirih dari arah semak-semak sekitar 7 meter dari rumah yang telah hancur. "Iya mama," jawab Stela.

Ternyata Stela terhempas bersama puing-puing rumah. Bocah sembilan tahun itu masih memegang pintu ketika angin kencang mengangkatnya dan melemparkannya ke arah hutan kecil di sekitar permukiman.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Gereja Yegar Sahaduta Belo Rusak Parah Diterjang Angin, Ibadah Minggu Bakal Digelar Dibawah Tenda

Gereja Yegar Sahaduta Belo Rusak Parah Diterjang Angin, Ibadah Minggu Bakal Digelar Dibawah Tenda

Janin Ditemukan Warga Dalam Sungai

Janin Ditemukan Warga Dalam Sungai

Cemburu, Pria di Kupang Aniaya Istrinya

Cemburu, Pria di Kupang Aniaya Istrinya

Jambret Kaum Difabel, Warga Pasir Panjang-Kota Kupang Segera Disidangkan

Jambret Kaum Difabel, Warga Pasir Panjang-Kota Kupang Segera Disidangkan

Cita-cita Jadi Perawat Pupus Gara-gara Dihamili Paman Kandung

Cita-cita Jadi Perawat Pupus Gara-gara Dihamili Paman Kandung

Ungkap Kasus Penipuan Kemasan, Polda NTT Amankan 2,6 Ton Beras di Pasar Tradisional

Ungkap Kasus Penipuan Kemasan, Polda NTT Amankan 2,6 Ton Beras di Pasar Tradisional

Komentar
Berita Terbaru