Pencarian Nelayan Hilang di Flores Timur-NTT Dihentikan
digtara.com -Tim SAR gabungan menghentikan operasi pencarian terhadap Stefanus Kasi Hera, seorang nelayan asal Kabupaten Flores Timur, NTT yang dilaporkan hilang saat melaut.
Baca Juga:
Nelayan laki-laki yang hilang diketahui berusia 51 tahun berasal dari Dusun Likutuden, Desa Kawalelo, Kecamatan Demon Pagong, Kabupaten Flores Timur.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda NTT, Kombes Pol. Henry Novika Chandra menjelaskan bahwa keputusan penghentian operasi SAR diambil setelah tim gabungan dari Basarnas Maumere, Polairud Polres Flores Timur, dan BPBD Kabupaten Flores Timur melaksanakan pencarian secara intensif dan menyeluruh selama tujuh hari.
Baca Juga:"Seluruh tahapan pencarian telah dilakukan sesuai SOP, baik penyisiran laut maupun koordinasi dengan masyarakat sekitar. Hingga hari ketujuh tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, sehingga operasi SAR secara resmi dihentikan," ujar Kombes Pol. Henry pada Rabu (14/1/2026).
Sebelum operasi SAR ditutup, tim gabungan terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan pihak keluarga korban di rumah duka.
Penjelasan disampaikan secara terbuka dan humanis terkait batas waktu pencarian sesuai ketentuan serta kemungkinan perpanjangan operasi apabila ditemukan petunjuk baru.
Penutupan resmi pencarian dilakukan oleh penjabat Kepala Desa Kawalelo, disaksikan oleh keluarga korban dan seluruh unsur tim SAR gabungan.
Setelah itu, seluruh personel berpamitan dan kembali ke satuan masing-masing.
Baca Juga:Polda NTT mengimbau masyarakat pesisir, khususnya nelayan tradisional, agar lebih memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut, menggunakan alat keselamatan, serta selalu berkoordinasi dengan pihak keluarga dan aparat setempat.
"Keselamatan adalah hal utama. Kami mengajak seluruh nelayan untuk tidak memaksakan diri melaut saat cuaca tidak bersahabat, demi menghindari kejadian serupa," tegas Kabid Humas Polda NTT.
Mereka pergi memancing dengan menggunakan perahu sampan masing-masing.
Setiba di loksi mancing di perairan kawa lelo, Dusun Liko Tuden, Desa Kawa Lelo, kecamatan Demon Pagong, Kabupaten FLores Timur pada koordinat 8° 27' 657" S - 122° 53' 844" E, sekitar 1,7 mill dari daratan, korban bersama liam rekannya melepaskan alat pancing seperti biasa.
Baca Juga:Alat pancing yang mereka gunakan adalah jenis pancing rawe.
Korban melepaskan alat pancingnya sekitar 200 mata kail, kemudian korban langsung Gabriel,, namun tidak terdengar oleh Gabriel.
Justru Petrus Para Kola yang mendengar suara korban. Petrus mendekat ke arah sampan korban dan melihat ke arah sampan tersebut menggunakan senter namun tidak ada korban di atas sampan.
Tim gabungan melakukan penyisiran di sekitar pantai PT Asa Mutiara dan sepanjang pantai Kawa lelo serta penyisiran sepanjang pantai Liku Tuden namun hasilnya nihil.
Penyisiran juga dilakukan di sepanjang Pantai bagian barat Pulau Adonara serta sepanjang pantai bagian utara Pulau Solor.
Baca Juga:Selain itu juga penyisiran di sekeliling Pulau Konga dan sepanjang pantai Lewolaga.
Hingga hari ketujuh pencarian korban belum juga ditemukan sehingga pencarian pun dihentikan.
Hilang Saat Mencuci, IRT di Sumba Timur Ditemukan Meninggal Dunia
Polisi-Warga Flores Timur Bergotong Royong Bangun Plat Deker Darurat
Sejumlah Remaja Pria di Flores Timur-NTT Jadi Korban Pencabulan Sesama Jenis dengan Ancaman Benda Tajam
Warga Sikka Ditemukan Meninggal Dunia Usai Hilang Saat Memanah Ikan
Pelajar SMA di Adonara Flores Timur Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar