Belasan Sepeda Motor Knalpot Racing Diamankan Polisi Jelang Perayaan Natal di Kota Kupang
digtara.com -Sebanyak 15 unit sepeda motor diamankan anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Kupang Kota, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Baca Juga:
Belasan motor berbagai jenis itu diamankan karena mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Polisi mengamankan kendaraan-kendaraan tersebut usai mendapat laporan dari warga melalui Call Center 110.
Baca Juga:Laporan tersebut menyebutkan adanya sekelompok remaja sedang konvoi menggunakan sepeda motor berknalpot brong.
Para remaja itu membawa petasan untuk dibunyikan di jalan raya. Hal ini sangat mengganggu arus lalu lintas, kenyamanan warga dan meresahkan warga sekitar.
Kasat Lantas Polresta Kupang Kota, Kompol Sudirman langsung memimpin pengamanan itu.
Setibanya di lokasi, personel mendapati pengendara sepeda motor RX King yang menggeber gas sehingga menimbulkan suara bising dan mengganggu kenyamanan warga sekitar serta pengguna jalan lainnya.
Petugas segera mengambil tindakan tegas dengan membubarkan para remaja tersebut dan mengamankan 15 unit kendaraan brong yang terlibat dalam aksi itu.
Baca Juga:"Sepeda motor ini kita amankan di tanggal 25-26 Desember 2025 dini hari di sekitar Jalan El Tari, Kelurahan Kuanino dan Kelurahan Airnona Kota Kupang. Kendaraan ini rata-rata pakai knalpot racing dan tidak ada surat-surat sehingga ditilang" ujar Kompol Sudirman pada Jumat (26/12/2025).
Ia menegaskan, konvoi tersebut dibubarkan polisi karena dinilai mengganggu ketertiban umum.
Kebanyakan dari mereka dianggap ugal-ugalan di jalan. Konvoi kendaraan ini juga menggunakan knalpot bising hingga mengganggu suasana Natal yang khidmat.
Pemkot Kupang Sidak Pangkalan Minyak Tanah Dan Tegur Pedagang 'Nakal'
Hendak ke Malaysia, Lima Calon PMI Non Prosedural Diamankan Tim Zero Ditres PPA dan PPO Polda NTT
Mahasiswa di Kabupaten Ngada Curi Sepeda Motor dan Gadaikan ke Pengepul Besi Tua
Dibangun Sejak Januari 2026, Polres Kupang Kini Punya Ruangan Pelayanan PPA dan PPO
Salah Paham Berujung Kekerasan Fisik, Warga di Kupang Pilih Berdamai