Diduga Dimarahi Kakak Karena Belum Masak Sayur, Remaja Putri di Sumba Timur-NTT Akhiri Hidup Dengan Gantung Diri
digtara.com -Warga di Desa Wangga, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur, NTT heboh dengan penemuan mayat perempuan dengan posisi tergantung menggunakan tali nilon pada dahan pohon gamal.
Baca Juga:
Korban adalah MRNN (15), yang juga warga Desa Wangga. Jenazahnya ditemukan dengan posisi tergantung menggunakan seutas tali nilon pada dahan pohon gamal yang berjarak sekitar 50 meter dari rumah korban.
Korban sempat dimarahi kakaknya, UMKL (22) pada Selasa, 9 Desember 2025 sekitar pukul 14.00 Wita.
Baca Juga:Penyebabnya karena korban tidak mengindahkan permintaan UMKL memasak sayur untuk makan siang. Saat itu korban tidak menjawab dan tetap duduk dan bermain handphone.
Melihat korban yang tidak merespon, UMKL pun berinisiatif mengambil sayur dan masak sendiri, sambil memarahi korban,
Hal ini membuat korban menangis dan beberapa saat kemudian korban keluar dari rumah tanpa pamit.
Huki kembali mencari korban dan meminta bantuan kepada keluarga yang lain dan tetangga untuk mencari korban.
Hingga Selasa malam korban tidak juga ditemukan sehingga diputuskan untuk dilanjutkan pencarian pada besok hari, Rabu (10/12/2025).
Baca Juga:Rabu, 10 Desember 2025, ayah korban keluar dari rumah untuk melanjutkan pencarian korban.
Sekitar pukul 09.00 Wita, ayah korban mencari di sekitar lokasi kejadian dan ia mendapati korban sudah dalam keadaan tergantung di dahan pohon gamal.
Penemuan ini membuat ayah korban berteriak histeris sehingga beberapa saat kemudian warga sekitar mendatangi TKP dan selanjutnya menghubungi Polres Sumba Timur.
Anggota piket regu III SPKT Polres Sumba Timur dan anggota Unit Identifikasi Sat. Reskrim Polres Sumba Timur tiba di TKP, mengamankan dan melakukan olah TKP.
Baca Juga:Lokasi kejadian terletak di kebun Praihowar yang berjarak sekitar 200 meter dari rumah korban di RT 11/RW 008, Desa Wangga, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur.
Korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSUD Umbu Rara Meha, Waingapu, Kabupaten Sumba Timur untuk visum dan penanganan lebih lanjut.
Visum dilakukan oleh dokter forensik dr. Juang Ananda didampingi anggota Identifikasi dan Urdokkes Polres Sumba Timur.
Baca Juga:Dari hasil pemeriksaan medis tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Hanya ada bekas lebam di leher karena terjerat tali nilon.
Ayah korban mengaku kalau selama ini korban tidak pernah dimarahi oleh siapapun bahkan oleh orang tua maupun saudaranya.
Diduga pada saat korban dimarahi oleh kakak kandung korban, korban merasa tertekan sehingga korban memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
Kapolres Sumba Timur, AKBP Gede Harimbawan mengaku kalau polisi sudah menangani kasus ini dengan memeriksa beberapa pihak sebagai saksi dan mengamankan barang bukti.
Baca Juga:
Belasan Warga Di Belu-NTT Jadi Korban Gigitan Kucing Rabies
Konflik Warga Di Flores Timur Diakhiri Dengan Sumpah Adat
Polisi Di TTS Bantu Warga Kurang Mampu Melalui Program Rumah Harapan Kapolda NTT
Dua Pelajar Komplotan Pencuri Sapi Di Kupang Dibekuk Polisi, Tiga Orang Buron
Lokasi Judi Dekat Sekolah Di Tapal Batas NKRI-RDTL Dibubarkan Polisi