Jumat, 04 September 2026

BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Ekstrem di Sumut dan Aceh

Arie - Rabu, 26 November 2025 15:25 WIB
BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Ekstrem di Sumut dan Aceh
Kondisi jembatan yang terputus akibat banjir di Kabupaten Tapanuli Utara, Selasa 25 November 2025. [dok BPBD Kabupaten Tapanuli Utara]

digtara.com -Banjir dan hujan lebat melanda wilayah Sumatera Utara dan Aceh dalam beberapa hari terakhir. BMKG mengungkap bahwa cuaca ekstrem ini dipicu dua sistem atmosfer aktif, yaitu Siklon Tropis KOTO dan Bibit Siklon Tropis 95B, yang memengaruhi peningkatan curah hujan di wilayah utara Sumatra.

Baca Juga:

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa laporan BMKG melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) menunjukkan dua sistem cuaca signifikan aktif pada 25 November 2025.

"Dua sistem cuaca tersebut adalah Siklon Tropis KOTO yang berkembang di Laut Sulu dan Bibit Siklon 95B yang terpantau di Selat Malaka," ujarnya, Rabu (26/11/2025).

Dampak Bibit Siklon 95B dan Siklon Tropis KOTO

Baca Juga:
Bibit Siklon 95B diketahui memicu pembentukan awan konvektif secara luas di atas Aceh dan Sumut. Kondisi ini menyebabkan terjadinya curah hujan ekstrem secara terus-menerus.

Sementara itu, Siklon Tropis KOTO meningkatkan pertumbuhan awan hujan melalui pola belokan angin dan penarikan massa udara basah (inflow) menuju pusat siklon. Efeknya, hujan lebat semakin intens di wilayah barat Indonesia, termasuk Sumatera Utara.

Selain memengaruhi hujan, Siklon Tropis KOTO juga berpotensi menyebabkan:

  • hujan sedang hingga lebat di Kalimantan Barat dan Kepulauan Riau,
  • gelombang tinggi 1,25–2,5 meter di Laut Sulawesi, Laut Maluku, perairan Halmahera, Papua Barat Daya hingga Papua, serta Samudra Pasifik utara Maluku–Papua.
BNPB Imbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan

BNPB meminta pemerintah daerah dan warga meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih berlangsung beberapa hari ke depan.

Masyarakat diminta:

Baca Juga:
  • Memantau informasi prakiraan cuaca secara berkala,
  • Mengikuti instruksi resmi dari BPBD atau petugas lapangan,
  • Warga di daerah rawan longsor, lereng perbukitan, dan bantaran sungai disarankan melakukan evakuasi ke lokasi aman bila hujan lebat turun lebih dari satu jam.
BNPB menegaskan bahwa langkah antisipatif diperlukan untuk meminimalisir risiko banjir, longsor, dan dampak lanjutan lainnya.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Imigrasi Sumut Perkuat Reformasi Birokrasi, Fokus Tingkatkan Pelayanan dan Kepercayaan Publik

Imigrasi Sumut Perkuat Reformasi Birokrasi, Fokus Tingkatkan Pelayanan dan Kepercayaan Publik

521 Desa di Sumut Masuk Kategori Sangat Tertinggal, Pemprov Siapkan Program Rp50 Miliar

521 Desa di Sumut Masuk Kategori Sangat Tertinggal, Pemprov Siapkan Program Rp50 Miliar

Penguatan Tepian Sungai Aih Bobo Rampung, Gayo Lues Makin Terlindungi dari Risiko Banjir Bandang

Penguatan Tepian Sungai Aih Bobo Rampung, Gayo Lues Makin Terlindungi dari Risiko Banjir Bandang

170 Rumah Rusak Akibat Cuaca Ekstrem di Medan, 630 Jiwa Terdampak

170 Rumah Rusak Akibat Cuaca Ekstrem di Medan, 630 Jiwa Terdampak

Aceh Tengah Percepat Revitalisasi Mendale untuk Pulihkan Ekonomi Wisata Danau Lut Tawar

Aceh Tengah Percepat Revitalisasi Mendale untuk Pulihkan Ekonomi Wisata Danau Lut Tawar

Gempa  M6,4 Guncang Simalungun, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa M6,4 Guncang Simalungun, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

Komentar
Berita Terbaru