Jadikan Kupang Zero TPPO, Polisi Beri Sosialisasi Bagi Portir dan Ojol
digtara.com -Anggota Polresta Kupang Kota yang ditempatkan di KP3 Laut Tenau Kupang dan di KP3 Bandara Udara El Tari Kupang melakukan sosialisasi People Smuggling (penyelundupan manusia) dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Baca Juga:
Moment ini juga sekaligus pembagian Sembako kepada kelompok sasaran.
Sosialisasi dan pembagian sembako dilakukan kepada masyarakat yang terdiri dari porter Pelabuhan Tenau, porter Bandara El Tari, office boy Bandara El Tari, pengemudi dan pengendara ojek online (car and bike), serta masyarakat di perkampungan nelayan.
Baca Juga:Kegiatan yang difokuskan di tiga lokasi berbeda yakni di Bundaran Patung Burung, Pelabuhan Helong Tenau Kupang dan di perkampungan nelayan ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya dan dampak hukum dari tindak pidana penyelundupan manusia (People Smuggling).
Juga mengajak masyarakat agar tidak terlibat dalam jaringan penyelundupan manusia
Lebih daripada itu juga mendukung program Kapolda NTT dalam mewujudkan Zero TPPO di wilayah hukum Polda NTT.
"Kegiatan sosialisasi ini merupakan kerjasama antara AFP, Divhubinter Polri dan Polda NTT untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat pesisir dan juga masyarakat yang bekerja sebagai porter di pelabuhan serta bandara tentang bahaya people smuggling," ujar Kapolresta Kupang Kota, Kombes Pol Djoko Lestari pada Jumat (24/10/2025).
"Seluruh sembako tersebut merupakan bantuan dari Australian Federal Police bekerjasama dengan Divhubinter Polri yang disalurkan melalui Polresta Kupang Kota," tandas Kapolresta Kupang Kota.
Masyarakat penerima manfaat menyambut kegiatan ini dengan antusias dan penuh rasa terima kasih.
Baca Juga:
Kapolres Kupang Dorong Penyelesaian Konflik Warga Secara Damai
Dapur MBG di NTT hanya dibolehkan Pakai LPG 50 Kilogram
Polisi Amankan Sejumlah Pria Diduga Terlibat Kasus Bentrokan di Perumahan Eks Pejuang Timtim
Pergi Dari Rumah Tanpa Pamit, Lansia di Belu Ditemukan Meninggal Dalam Hutan
Dua Siswa Dianiaya Guru SMA, Polisi Mediasi Penyelesaian Secara Damai