Minggu, 01 Maret 2026

Anggota DPR RI Sebut Ekonomi Jadi Pemicu Ratusan Ribu Anak di NTT Tidak Bersekolah

Imanuel Lodja - Senin, 28 Juli 2025 19:50 WIB
Anggota DPR RI Sebut Ekonomi Jadi Pemicu Ratusan Ribu Anak di NTT Tidak Bersekolah
net
Ilustrasi.
digtara.com -Sebanyak 143.000 anak di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak bersekolah. Pemicunya bermacam-macam, ada yang terkendala ekonomi, jarak hingga situasi sekolah yang tidak menyenangkan.

Baca Juga:

Anggota Komisi X DPR RI Anita Jacobah Gah bersama Kemendikbud Ristek menggelar workshop pendidikan di Hotel Aston Kupang akhir pekan lalu untuk mencari jalan keluar mengurangi angka anak tidak bersekolah di NTT.

"Workshop Pendidikan ini mengumpulkan puluhan kepala sekolah dan guru untuk kita bicara dan mencari bagaimana caranya untuk menghilangkan angka anak tidak bersekolah di NTT ini," ujar Anita.

Anita Gah menyebut walaupun angka tersebut masih dibawah nasional yakni sekitar 1,2 juta, tapi semua cara akan dilakukan untuk mengurangi angka tersebut.

"Kan ada banyak program-program pemerintah seperti PIP maupun KIP kuliah, apalagi perintah undang-undang bahwa semua harus sekolah, tapi kenyataannya banyak anak yang tidak sekolah," katanya.

Anita Gah menambahkan, pemicu utama 143.000 anak di NTT tidak bersekolah adalah ekonomi.

Selain itu karena jarak rumah dengan sekolah yang sangat jauh, serta situasi-situasi lain di sekolah yang membuat anak tidak nyaman.

"Sebagai wakil rakyat dari NTT punya tanggung jawab yang besar, bagaimana menurunkan bahkan menghilangkan angka anak tidak bersekolah di NTT, karena undang-undang sudah mengamanatkan itu," jelasnya.

Masih menurut Anita Gah, sebanyak 143.000 anak itu sudah termasuk SD, SMP, SMA hingga bangku kuliah. Dari semua kabupaten di NTT, kabupaten TTS yang paling tinggi angka anak tidak bersekolah.

"Jika anak tidak bersekolah karena faktor ekonomi, kan ada beasiswa, sehingga saya minta kepada pihak pemerintah baik Pak Gubernur, Pak Bupati dan Pak Walikota, untuk pastikan data itu harus akurat," tandasnya.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Direktorat Polairud Polda NTT Berbagi Menu Buka Puasa dengan Nelayan dan Warga Pesisir

Direktorat Polairud Polda NTT Berbagi Menu Buka Puasa dengan Nelayan dan Warga Pesisir

IRT di Malaka-NTT Melahirkan dalam Kondisi Tangan Luka Parah Ditebas Suami

IRT di Malaka-NTT Melahirkan dalam Kondisi Tangan Luka Parah Ditebas Suami

Korban Pencabulan Oleh Piche Kota Cs Tolak Pendampingan LPSK

Korban Pencabulan Oleh Piche Kota Cs Tolak Pendampingan LPSK

Siswi SMP di Sikka Ternyata Diperkosa Dan Dibunuh Kakak Kelasnya

Siswi SMP di Sikka Ternyata Diperkosa Dan Dibunuh Kakak Kelasnya

Polda NTT Bagi-Bagi Takjil untuk Masyarakat Kupang

Polda NTT Bagi-Bagi Takjil untuk Masyarakat Kupang

Residivis Kasus Pembunuhan di Kupang Diamankan Tim Resmob Polda NTT

Residivis Kasus Pembunuhan di Kupang Diamankan Tim Resmob Polda NTT

Komentar
Berita Terbaru