Siswa Diduga Keracunan MBG, Kadis Pendidikan Kota Kupang Usulkan Layanan MBG Di Satu SPPG Tidak Lebih dari 3.000
Baca Juga:
Dumuliahi Djami mengaku kalau ia mendapatkan informasi soal kejadian tersebut saat mengikuti kegiatan bersama anggota Komisi X DPR RI, Anita Jacoba Gah.
"Saya dapat dapat informasi soal anak-anao yang sakit perut di SMPN 8," ujarnya saat ditemui di SMPN 8 Kota Kupang, Selasa (22/7/2025).
Terdata ada 111 siswa yang pulang karena sakit perut dan dibawa ke tiga rumah sakit di Kota Kupang.
111 orang siswa tersebut merupakan siswa kelas VII sampai kelas IX di SMPN 8 Kupang.
Ia juga belum bisa memastikan penyebab siswa sakit. "Nanti BPOM atau Dinkes yang melakukan pengecekan baru ada kesimpulan soal penyebab," ujarnya.
"Kita tidak buru-buru apakah karena MBG atau karena apa. biarkan Dinkes dan BPOM yang mengecel," ujarnya.
Dari hasil pantauan pada Selasa siang, makanan bagi 1.050 siswa belum dibagikan. Anak-anak pun pulang untuk makan di rumah.
Namun khusus untuk menu makanan pada Senin (21/7/2025), Kadis menyebutkan kalau ada temuan sampel makanan daging masih merah, sayur basi dan aroma kurang bagus.
"Saya sempat tanya kenapa anak-anak makan kalau memang basi, anak-anak bilang kami terpaksa makan karena pas lapar jadi makan," ujar Kadis.
Untuk tindakan darurat, semua siswa yang mengeluh sakit diatasi di UKS tetapi karena daya tampung terbatas maka siagakan ambulance dan mobil pribadi untuk evakuasi siswa yang darurat.
Kedepan ia menyarankan agar semua pihak bersama membahas MBG dan mengevaluasi dapur MBG.
Saat ini satu dapur menangani makanan bagi 3.000 hingga 3.500 siswa. "Sehingga perlu dievaluasi kalau bisa jangan terlalu banyak," ujarnya.
Dua Siswa Dianiaya Guru SMA, Polisi Mediasi Penyelesaian Secara Damai
Warga Bentrok, Rumah Dan Kios Serta Kendaraan Milik Warga Rusak
Situasi Kondusif, 100 Personil Polres Kupang Dan Brimob Polda NTT Siaga di Lokasi Bentrok
Bentrok di Perumahan Eks Pejuang Timor-Timur, Empat Warga Terluka dan Sejumlah Pelaku Diamankan
Beralasan Hendak Beli Kebutuhan Bayi, Mahasiswa di Kupang Curi Sepeda Motor di Parkiran Rumah Sakit