Minggu, 11 Oktober 2026

Dua Pelaku Perdagangan Gadis Aceh ke Malaysia Jadi Buron

Arie - Jumat, 27 Juni 2025 08:00 WIB
Dua Pelaku Perdagangan Gadis Aceh ke Malaysia Jadi Buron
suara.com
Dua Pelaku Perdagangan Gadis Aceh ke Malaysia Jadi Buron

digtara.com -Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banda Aceh sedang memburu dua tersangka dalam kasus perdagangan orang (TPPO) yang melibatkan seorang gadis asal Aceh berusia 16 tahun.

Baca Juga:

Korban dijual ke Malaysia dan dipaksa menjadi pekerja seks komersial (PSK).

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Heri Purwono, menyatakan bahwa dua pelaku berinisial RD dan EN telah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) dan diduga masih berada di Malaysia.

"Kami telah berkoordinasi dengan Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri untuk menerbitkan red notice melalui Interpol guna memudahkan penangkapan," ujar Joko Heri, Kamis (26/6/2025).

Sementara itu, seorang pelaku lain berinisial R berhasil diamankan pada 19 Juni 2025 di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, saat mencoba melarikan diri ke Malaysia.

Modus Pengiriman Korban ke Malaysia

Kasus ini berawal pada September 2024 ketika korban pergi dari Aceh Timur ke Banda Aceh untuk mencari kerja.

Di Banda Aceh, korban berkenalan dengan RD dan EN, yang kemudian mengajaknya bekerja di Malaysia pada Oktober 2024.

Karena korban belum memiliki paspor, EN membantu mengurus dokumennya.

Selanjutnya, korban dibawa ke Aceh Utara untuk bertemu R sebelum akhirnya dibawa melalui Pelabuhan Dumai menuju Port Dickson, Malaysia, pada 29 Oktober 2024.


Setibanya di Malaysia, korban sempat dipekerjakan sebagai asisten rumah tangga di rumah seorang keturunan India. Namun, karena tidak kuat, korban kemudian diserahkan kepada seorang warga Malaysia berinisial Kak Su.

Kak Su dan R kemudian membawa korban ke sebuah hotel di Sri Hartamas, Selangor, dan menjualnya ke manajer hotel seharga 25.000 Ringgit (Rp96,2 juta).

Korban dipaksa menjadi pekerja seks selama hampir satu bulan sebelum akhirnya diselamatkan oleh komunitas masyarakat Aceh di Malaysia.

Korban Sudah Dikembalikan ke Keluarga

Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, Kompol Fadillah Aditya Pratama, menyatakan bahwa korban sempat dinyatakan hilang sebelum ditemukan di Malaysia.

Setelah proses evakuasi bersama Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), korban telah kembali ke keluarganya di Aceh.

Pelaku R telah dijerat dengan Pasal 2 jo Pasal 4, 6, 7, 10, dan 17 UU No. 21/2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Ancaman hukumannya mencapai 15 tahun penjara dan denda Rp600 juta.

Karena korbannya di bawah umur, hukuman bisa ditambah sepertiga dari maksimal.

Penyidik masih berkoordinasi dengan pihak Imigrasi, Bea Cukai, dan otoritas Malaysia untuk menangkap RD dan EN yang masih buron.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Operasi Gabungan Laut Batu Bara Dikerahkan, 130 Personel Awasi Jalur Ilegal di Selat Malaka

Operasi Gabungan Laut Batu Bara Dikerahkan, 130 Personel Awasi Jalur Ilegal di Selat Malaka

Polda NTT Selidiki Dugaan TPPO dan Pelanggaran Ketenagakerjaan di Hotel Sasando Kupang

Polda NTT Selidiki Dugaan TPPO dan Pelanggaran Ketenagakerjaan di Hotel Sasando Kupang

Timnas Indonesia vs Malaysia Berakhir 0-0, Garuda Gagal Menang dengan 10 Pemain

Timnas Indonesia vs Malaysia Berakhir 0-0, Garuda Gagal Menang dengan 10 Pemain

Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Jadwal, Head to Head, dan Prediksi Skor

Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Jadwal, Head to Head, dan Prediksi Skor

Dua Kali Mangkir Dari Panggilan Polisi dan Tinggal Berpindah-pindah, IRT Tersangka TPPO di Kupang Diamankan Polisi

Dua Kali Mangkir Dari Panggilan Polisi dan Tinggal Berpindah-pindah, IRT Tersangka TPPO di Kupang Diamankan Polisi

Penguatan Tepian Sungai Aih Bobo Rampung, Gayo Lues Makin Terlindungi dari Risiko Banjir Bandang

Penguatan Tepian Sungai Aih Bobo Rampung, Gayo Lues Makin Terlindungi dari Risiko Banjir Bandang

Komentar
Berita Terbaru