Kapolda NTT Jadikan Tagar Kritikan Polri Sebagai Evaluasi dan Perbaikan
digtara.com - Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT), Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga menanggapi maraknya tagar-tagar kritikan terhadap Polri yang ramai di media sosial belakangan ini.
Baca Juga:
Kapolda menyoroti fenomena ini sebagai bentuk ketidakpuasan masyarakat yang harus dijadikan bahan introspeksi bagi seluruh anggota kepolisian.
Beberapa tagar yang tengah viral seperti #noviralnojustice, #percumalaporpolisi, dan #satuharisatuorangkorbanpolisi menjadi sorotan utama.
Tak hanya itu, muncul pula tagar baru seperti #bayarbayarbayar, yang dipopulerkan oleh grup musik Sukatani asal Jawa Tengah, serta #kaburajadulu dan #Indonesiagelap.
Tagar-tagar ini, menurut Kapolda NTT merupakan bentuk kekecewaan publik terhadap segelintir oknum polisi yang mencoreng citra institusi.
Irjen Pol Daniel menegaskan bahwa meskipun mayoritas anggota kepolisian telah bekerja dengan baik, pelanggaran oleh beberapa oknum dapat menutupi berbagai pencapaian positif.
"Saya melihat kalian bekerja luar biasa, bahkan melebihi panggilan tugas. Namun, perilaku negatif segelintir anggota kita membuat masyarakat kecewa. Itulah yang memunculkan tagar-tagar ini," ujarnya pada Selasa (4/3/2025) di Polda NTT.
kritik publik, tandas Kapolda NTT tidak selalu bermakna kebencian, melainkan tanda bahwa masyarakat masih peduli terhadap institusi Polri.
"Jika kritik tak lagi muncul, justru hal itu menunjukkan bahwa masyarakat telah apatis," ujar Kapolda.
Kapolda menggunakan perumpamaan pohon yang menyerap racun dan menghasilkan oksigen untuk menggambarkan peran kepolisian.
"Seorang polisi harus mampu menyerap kritik dan keluhan masyarakat, lalu mengolahnya menjadi kebaikan. Seperti pohon yang menyerap polusi dan mengeluarkan udara segar, kita juga harus menerima kritik dengan lapang dada dan menjadikannya sebagai bahan perbaikan," tegasnya.
Kapolda juga mengingatkan seluruh jajaran untuk menjaga citra kepolisian dengan terus memberikan pelayanan terbaik.
Kesalahan satu anggota, menurutnya, dapat menghapus kepercayaan yang telah dibangun oleh ribuan polisi lainnya.
Pelatihan USEFT, Cara Kapolda NTT Bantu anggota Polri Atasi Masalah Mental dan Emosional
Polda NTT dan Polres Jajaran Salurkan 112 Hewan Kurban untuk Masyarakat
824 Anggota Polri Amankan Kunjungan Wapres ke Kota Kupang dan Kabupaten Rote Ndao
Apresiasi Prestasi Siswa di Kabupaten TTS, Kapolda NTT Salurkan Bantuan Transportasi
Diguyur Hujan, Kapolda NTT Pimpin Panen Raya Jagung Di Kabupaten Kupang