Sabtu, 14 Maret 2026

Warga Rote Ndao Ancam Bunuh Rekannya, Polisi Turun Tangan Selesaikan Persoalan Secara Damai

Imanuel Lodja - Senin, 24 Februari 2025 11:30 WIB
Warga Rote Ndao Ancam Bunuh Rekannya, Polisi Turun Tangan Selesaikan Persoalan Secara Damai
istimewa
Warga Rote Ndao Ancam Bunuh Rekannya, Polisi Turun Tangan Selesaikan Persoalan Secara Damai
digtara.com - NL, seorang warga Kecamatan Rote Selatan, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT) diancam akan dibunuh oleh dua rekannya MP dan RP pada akhir pekan lalu.

Baca Juga:

Kuatir dengan ancaman pelaku, korban NL kemudian melaporkan kasus pengancaman ini ke polisi di Polsek Rote Selatan.

Personel Polsek Rote Selatan kemudian turun tangan melaksanakan kegiatan problem solving dan menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan dan mendamaikan kedua belah pihak.

Mediasi pada akhir pekan lalu dilakukan terkait kasus pengancaman pembunuhan yang melibatkan NL sebagai pelapor/korban dan dua terlapor, MP dan RP.

Pertemuan mediasi ini juga dihadiri oleh para pihak dan sejumlah saksi untuk mencari solusi terbaik.

Mediasi ini juga melibatkan Bhabinkamtibmas dan tokoh adat dari para pihak untuk hadir dan memberikan solusi bagi permasalahan yang terjadi.

"Upaya mediasi ini atas permintaan NL agar permasalahan yang terjadi bisa diselesaikan secara baik-baik karena antara para pihak masih memiliki hubungan keluarga," ujar Ps Ka SPKT I Polsek Rote Selatan, Bripka Dondi Efendi.

Problem solving yang berlangsung di Polsek Rote Selatan membawa dampak positif bagi para pihak. Kedua belah pihak bersepakat untuk menyelesaikan masalah ini secara damai.

MP dan RP selaku pihak terlapor mengakui kesalahan mereka dan meminta maaf kepada NL. Mereka pun berkomitmen untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut, baik terhadap pelapor/korban maupun orang lain.

Sebagai bagian dari kesepakatan, pihak pelapor dan terlapor menyatakan bersedia untuk saling memaafkan dengan membuat surat pernyataan. NL selaku pelapor/korban bersedia untuk tidak akan melanjutkan perkara ini ke jalur hukum.

Kapolsek Rote Selatan, Ipda Andi DE Selata mengungkapkan kalau pengaduan masyarakat ini tidak dibuatkan laporan polisi karena permintaan korban diselesaikan melalui proses mediasi.

"Para pihak (korban dan pelaku) masih ada hubungan keluarga," ujarnya dalam keterangannya pada Minggu (23/2/2025).

Kapolsek menyebutkan kalau problem solving yang dilakukan juga bisa mencegah terjadinya hal hal negatif di kemudian hari, Dan juga tetap menciptakan komunikasi yang baik dalam masyarakat.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Ditangkap di Rote Ndao, Tujuh WNA Uzbekistan dan China Dilimpahkan ke Imigrasi Kupang

Ditangkap di Rote Ndao, Tujuh WNA Uzbekistan dan China Dilimpahkan ke Imigrasi Kupang

Salah Paham Berujung Tawuran, Polisi Panggil Puluhan Siswa dan Orang Tua

Salah Paham Berujung Tawuran, Polisi Panggil Puluhan Siswa dan Orang Tua

Terdampar di Rote Ndao, 34 Paus Pilot Berhasil Diselamatkan

Terdampar di Rote Ndao, 34 Paus Pilot Berhasil Diselamatkan

Ratusan Paket Takjil Dibagikan Polsek Rote Timur dan Bhayangkari Bagii Warga dan Nelayan

Ratusan Paket Takjil Dibagikan Polsek Rote Timur dan Bhayangkari Bagii Warga dan Nelayan

Puluhan Ekor Paus Mati, Brimob Polda NTT Bantu Evakuasi dan Kubur Bangkai Paus

Puluhan Ekor Paus Mati, Brimob Polda NTT Bantu Evakuasi dan Kubur Bangkai Paus

Rajut Kebersamaan, Polsek Rote Timur Berbagi Kasih di Masjid Al Muhajirin

Rajut Kebersamaan, Polsek Rote Timur Berbagi Kasih di Masjid Al Muhajirin

Komentar
Berita Terbaru