Ungkap Penyebab Kematian, Jenazah Korban Kekerasan di Sumba Tengah Diotopsi
Petrus lalu kembali bertanya kepada anaknya, anaknya menyampaikan bahwa korban belum pulang. Petrus pun kembali mencari korban, Petrus akhirnya menemukan korban dalam kondisi lemas di pinggir jalan dan segera membawanya ke rumah untuk meminta pertolongan dan segera membawa korban ke RSUD Waibakul.
Baca Juga:
Kasus ini telah dilaporkan ke Polsek Urban Katikutana dan tercatat dalam laporan polisi nomor LP/B/4/2025/SPKT/SEK KTN/Polres Sumba Barat/Polda NTT, tanggal 26 Januari 2025.
Senin, 27 Januari 2025, tim identifikasi dan unit PPA Sat Reskrim Polres Sumba Barat bersama dokter RSUD Waibakul melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di tiga lokasi berbeda.
Polisi juga melakukan visum terhadap jenazah di rumah korban. Sejumlah saksi juga telah diperiksa untuk mengungkap kronologi kejadian yang sebenarnya.
Korban AUL diduga merupakan korban kekerasan seksual di Kampung Manupeu, Desa Dewa Tana, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah.
Saat dilakukan pemeriksaan di dalam mulut korban terdapat banyak makanan nasi dan jagung.
Korban diduga kuat merupakan korban kekerasan seksual karena ditemukan sejumlah luka di beberapa bagian tubuh korban.
Polisi juga meminta keterangan dari orang tua korban ANUL (48) dan WRL (37) yang merupakan warga kampung Manupeu, Desa Dewa Tana, Kecamatan Umbu Ratu Nggay, Kabupaten Sumba Tengah.
28 Peserta Penerimaan Akpol 2026 Gugur Pemeriksaan Kesehatan I
Sumur Bor Diresmikan Kapolda NTT, Warga Rukun Lima Ende Tidak Lagi Kesulitan Air Bersih
Tersangka Kasus Pencabulan Terhadap Anak Diserahkan Polsek Kota Raja ke Kejaksaan
Kapolda NTT Resmikan Mako Satpolairud Polres Ende
Dampak Gempa di Flores Timur, Enam Warga Terluka Dan Ratusan Rumah Warga Rusak