Penyintas Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki Tempati Hunian Sementara

digtara.com - Ratusan kepala keluarga penyintas erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-laki mulai dipindahkan ke rumah hunian sementara (huntara) yang dibangun pemerintah sejak Senin (20/1/2025).
Baca Juga:
Sebanyak 200 kepala keluarga dari Desa Dulipali dan Desa Klatanlo yang sudah dipindahkan ke hunian sementara.
"Ada sekitar 200 unit (hunian sementara) itu sudah ditempati pengungsi dari Desa Dulipali dan Desa Klatanlo," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Flores Timur, Avelina Hallan yang dihubungi Selasa (21/1/2025) petang.
Para pengungsi dari dua desa tersebut sudah dipindahkan ke hunian sementara tahap satu yang baru selesai dibangun oleh pemerintah.
Para penyintas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki itu menempati hunian sementara sesuai dengan stiker yang telah ditempelkan di hunian sementara. Sehingga tidak terjadi saling rebutan saat mereka tiba di lokasi hunian sementara.
"Mereka menempati sesuai kamar yang sudah ditempel stiker jadi mereka tidak berebutan karena mereka masuk sesuai nama yang telah ditempel stiker jadi sudah ada nama KK nya," tandasnya.
Avelin menyebutkan rumah hunian sementara sudah dilengkapi dengan kamar tidur, kamar mandi, WC, dapur dan juga fasilitas air dan listrik.
Lokasi hunian sementara pada tahap satu tersebut dibangun di Desa Konga. Untuk itu para pengungsi sudah bisa langsung masuk tapi ada juga yang masih bolak balik untuk mengambil barang di lokasi pengungsian.
"Ada yang sudah langsung tempati, tapi ada yang masih bolak balik mengambil barang di lokasi pengungsian,Tapi perhati ini dua desa itu kami sudah pindahkan ke huntara tahap satu," katanya.
Avelin menyebutkan masih ada tiga hunian sementara yang sedang dibangun oleh pemerintah dan saat ini masih dalam tahap pembangunan karena diselesaikan satu persatu setiap hunian sementara tersebut.
Ia berharap agar warga pengungsi tetap mengikuti arahan pemerintah setiap kali terjadinya erupsi.
Dia mengklaim bahwa lokasi pengungsi saat ini yang berada di empat lokasi yakni Desa Konga, Lewolaga, Bokang dan Koba Soma tetap aman karena berjarak lebih dari sepuluh kilometer.
Kepala Bidang Permukiman, Philip Balun menjelaskan dari 200 kepala keluarga yang telah dipindahkan itu terdiri dari 114 kepala keluarga (KK) asal Desa Dulipali dan 86 KK dari Desa Klatanlo.
"Ada 200 KK, rincian Desa Dulipali 114 (KK) dan Desa Klatanlo 86 (KK)," kata Philip dalam keterangannya Selasa (21/1/2025).
Hunian sementara bagi penyintas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki semuanya terpusat di Desa Konga. "Baru selesai tahap satu itu 50 kopel untuk 200 KK," jelasnya.
Philip menyebutkan untuk pembangunan hunian sementara tahap dua bagi pengungsi korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki masih menunggu petunjuk lanjut dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Yang terpenting kata dia untuk pembangunan tahap satu hunian sementara telah diselesaikan dan warga sudah bisa menempati mulai Senin (20/1).
"Untuk pekerjaan lanjutan masih menunggu BNPB, mereka selesai tahap satu dan action ke tahap dua berikutnya," pungkas Philip.
Sepanjang Senin (20/1/2025) Gunung Lewotobi Laki-laki mengalami erupsi sebanyak tiga kali.
Dilaporkan Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-laki erupsi tersebut terjadi pada pukul 16.25 wita , 16.52 wita, dan 17.31 wita dengan tinggi kolom abu masing-masing 800 meter, 900 meter hingga 1.300 meter diatas puncak.
Erupsi tersebut diklaim BPBD Flores Timur tidak berpengaruh terhadap para pengungsi yang berada di empat titik pengungsian karena lokasi pengungsian berada lebih dari sepuluh kilometer.

Demo di Depan Polda NTT, Kelompok Massa Bakar Ban

Gubernur NTT Ingatkan Hindari Aksi Anarkis

Kapolres dan Anggota Polres TTU Siaga di Mako

Cekcok dan Emosi Jadi Alasan Pelaku Penikaman Bunuh Pria di Sikka-NTT

Petani di Sikka-NTT Hilang Saat Memancing
