Sabtu, 30 Agustus 2025

Kasus Kriminal di Kabupaten TTU Meningkat Selama Tahun 2024, Terbanyak Kasus Penganiayaan dan Pengeroyokan

Imanuel Lodja - Senin, 06 Januari 2025 13:31 WIB
Kasus Kriminal di Kabupaten TTU Meningkat Selama Tahun 2024, Terbanyak Kasus Penganiayaan dan Pengeroyokan
net
Ilustrasi.

digtara.com - Trend kasus kriminal di wilayah hukum Polres Timor Tengah Utara (TTU) selama tahun 2024 mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun 2023.

Baca Juga:

"Terdapat peningkatan jumlah kasus kriminal yang dilaporkan, khususnya pada tindak pidana penganiayaan, pengeroyokan, dan pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA)," ujar Kapolres TTU AKBP Moh. Mukhson akhir pekan lalu.

Situasi ini menjadi perhatian khusus bagi aparat penegak hukum Polres TTU untuk terus berupaya mendorong masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

Pada tahun 2023, Polres TTU telah menerima laporan pengaduan sebanyak 766 kasus kriminal dengan tingkat penyelesaian mencapai 608 kasus atau 79,3 persen.

Sementara di tahun 2024 menunjukkan peningkatan ke angka 882 kasus dengan total penyelesaian mencapai 619 kasus atau 70,1 persen.

"Penurunan persentase penyelesaian kasus ini disebabkan oleh meningkatnya jumlah kasus yang terjadi di masyarakat," ujar Kapolres.

Kasus penganiayaan dan pengeroyokan menunjukkan kenaikan mencolok. Pada tahun 2023, tercatat 238 kasus, yang kemudian meningkat sebanyak 77 kasus (32 persen) menjadi 315 kasus pada tahun 2024.

Sementara itu, pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) juga mengalami peningkatan.

Tahun 2023 ada 109 kasus dengan penyelesaian sebanyak 60 kasus (55 persen), sementara pada tahun 2024, angka ini naik menjadi 125 kasus, dengan penyelesaian 61 kasus (48,8 persen).

Kasus-kasus PPA meliputi tindak pidana serius percabulan, pemerkosaan, persetubuhan, penganiayaan, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), dan kekerasan terhadap anak.

Peningkatan ini menjadi indikator bahwa tantangan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat turut mempengaruhi tingkat kejahatan.

Sejumlah faktor utama yang berdampak terhadap peningkatan jumlah kasus kriminal pada tahun 2024, di antaranya ketidakstabilan ekonomi seringkali menjadi akar masalah yang memicu konflik dan tindakan kriminal.

Tekanan finansial dapat mendorong individu atau kelompok untuk melakukan tindak kejahatan sebagai bentuk pelampiasan frustasi.

Konsumsi miras secara berlebihan menjadi pemicu utama tindakan penganiayaan dan pengeroyokan.

"Alkohol seringkali mengaburkan akal sehat, sehingga pelaku cenderung lebih agresif dan mudah tersulut emosi." tambah Kapolres.

Kemajuan teknologi yang tidak diimbangi dengan edukasi tentang etika bermedia juga menjadi faktor penyebab anak-anak dan remaja menjadi korban maupun pelaku kejahatan yang dipicu oleh konten tidak pantas atau provokatif yang mereka akses secara bebas.

Kapolres TTU AKBP Moh. Mukhson menegaskan bahwa pencegahan merupakan kunci mengatasi peningkatan kasus kriminal.

Beberapa langkah strategis telah dilakukan, di antaranya penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku kejahatan akibat miras.

Kapolres menginstruksikan jajarannya untuk melakukan tindakan hukum tegas terhadap kasus akibat miras.

Penegakan hukum ini diharapkan memberikan efek jera kepada pelaku sekaligus menjadi edukasi bagi masyarakat tentang bahaya mengkonsumsi alkohol secara berlebihan.

Bhabinkamtibmas diharapkan memberikan pemahaman bahaya miras, pentingnya kesadaran hukum, serta peran penting masyarakat dalam mencegah tindakan kriminal.

Kapolres juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi dan mendidik anak-anak mereka.

Orang tua diharapkan lebih proaktif dalam mengontrol aktivitas anak di dalam maupun di luar rumah, termasuk memastikan anak-anak tidak terpapar konten negatif dari media digital dan memberikan pendidikan moral yang kuat melalui pembinaan mental rohani.

Kapolres menyampaikan pentingnya kesadaran masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman, peran orang tua dalam memberikan perhatian pada anak-anak, terutama dalam mengontrol penggunaan gadget dan interaksi sosial mereka, serta penting kesadaran masyarakat untuk memahami dampak buruk miras bagi kesehatan maupun ketertiban umum.

Melalui penegakan hukum yang tegas, peran aktif Bhabinkamtibmas, serta kesadaran masyarakat, diharapkan angka kejahatan dapat ditekan pada tahun-tahun mendatang.

Kapolres TTU, AKBP Moh. Mukhson optimis bahwa dengan kerja sama yang solid antara masyarakat dan aparat kepolisian, wilayah TTU dapat menjadi daerah yang lebih aman dan kondusif untuk semua masyarakat.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Kapolres TTU Kunjungi Korban Penembakan di Imbate-TTU Dan Salurkan Bantuan Kapolda NTT

Kapolres TTU Kunjungi Korban Penembakan di Imbate-TTU Dan Salurkan Bantuan Kapolda NTT

Tome da Costa Dijerat Pasal Tipiring, Octo La'a Terancam Dua Tahun Penjara

Tome da Costa Dijerat Pasal Tipiring, Octo La'a Terancam Dua Tahun Penjara

Warga Imbate-TTU Pastikan Paulus Oki Ditembak Pada Tembakan Kedelapan

Warga Imbate-TTU Pastikan Paulus Oki Ditembak Pada Tembakan Kedelapan

UPF Timor Leste Pakai Senjata Laras Panjang, Warga TTU Melawan Dengan Parang Dan Batu

UPF Timor Leste Pakai Senjata Laras Panjang, Warga TTU Melawan Dengan Parang Dan Batu

Batas Wilayah RI-RDTL di Kabupaten TTU-NTT 'Makan Korban', Satu Warga TTU Tertembak

Batas Wilayah RI-RDTL di Kabupaten TTU-NTT 'Makan Korban', Satu Warga TTU Tertembak

Polisi Damaikan Kasus Ibu Rumah Tangga di Belu Aniaya Menantu

Polisi Damaikan Kasus Ibu Rumah Tangga di Belu Aniaya Menantu

Komentar
Berita Terbaru