Isu Korupsi Belum Jadi Topik Utama Bagi Anak Muda di NTT
"Kalau ada pesta, maka diiringi dengan moke dan sopi. Padahal minuman tradisional itu seharusnya berlaku saat adanya acar adat, tetapi di acara pesta (nikah, baptisan anak, dan sebagainya). Sehingga di saat orang mabuk terjadilah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak," tandas Ansy.
Baca Juga:
Ia menyoroti kasus korupsi di NTT yang tergolong tinggi karena kebiasan dan kultur masyarakat NTT yang masih minim pengetahuan terkait korupsi.
Selain itu, budaya pesta miras kerap menjadi alasan untuk memaksakan seseorang untuk membayar belis atau mahar.
"Kalau perempuan sudah dibayar belisnya maka dianggap sebagai hal yang sudah 'dibeli' seperti suatu barang dan properti. Sehingga dia mau dipapoko (dipukul/dianiaya) itu dianggap biasa karena belisnya sudah dibayar," ungkap Ansy.
Menurutnya, budaya dan adat istiadat seperti di Pulau Sumba, Flores dan sejumlah daerah di NTT juga masih sangat kental.
Sehingga untuk mendapatkan belis itu cukup tinggi dan tidak heran kalau masyarakat sering berhutang.
"Bagaimana membayar dan mengadakan belis yang diminta. Akhirnya mereka berhutang dan bisa berdampak pada korupsi," tambah Ansy.
Pingsan Saat Berkendara, Penumpang Sepeda Motor di Kupang Ditolong Polantas ke Rumah Sakit
Sejumlah Perwira di Polda NTT dan Polres Jajaran Dimutasi
Terima 984 Laporan Polisi Selama Tahun 2025, Polres TTS Tuntaskan 55 Persen Kasus
NTT Jadi Lumbung Jagung Nasional, Kapolda NTT Pimpin Panen Raya Jagung Kuartal IV 2025
Didukung ICITAP, Polda NTT dan Lembaga Terkait Bahas masalah TPPO di NTT