Cegah Longsor, Pemerintah Ingin Bangun Tembok di Jalur Medan-Berastagi
digtara.com - Pemerintah berencana membangun tembok pembatas di sejumlah titik rawan longsor jalur Medan-Berastagi yang ada di Kecamatan Sibolangit, Deliserdang.
Baca Juga:
Hal tersebut dikatakan oleh Pj Gubernur Sumut Agus Fatoni saat meninjau lokasi yang tertimbun longsor di wilayah Sibolangit, kemarin.
"Langkah selanjutnya akan dibangun tembok-tembok pembatas longsor di titik rawan terutama di sini (sekitar tikungan Tirtanadi) yang paling rawan," kata Fatoni.
Namun demikian, belum dijelaskan kapan pembangunan tembok pembatas itu akan dimulai.
Agus menjelaskan bahwa longsor Sibolangit yang terjadi pada Selasa 26 November 2024 menyebabkan 10 orang meninggal dan 23 orang terluka.
Saat ini jalur Medan-Berastagi, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, telah dibuka kembali usai diterjang longsor.
"Kami melihat ada pengungsian warga, untuk jalan yang ditutup sudah dibuka kembali, tetapi masih harus waspada, karena hujan masih ada," ujarnya.
Pos pengamanan gabungan TNI, Polri dan BPBD masih berdiri di sekitaran Sembahe dan Sibolangit mengingat masih cukup tingginya curah hujan.
Fatoni juga menyerahkan bantuan logistik kepada masyarakat yang terdampak longsor di Sibolangit. Dirinya berharap masyarakat terus mengikuti arahan pihak pengamanan.
"Tetap ikuti arahan pihak pengamanan dan jaga Kesehatan, karena daerah kita masih terus diguyur hujan," kata Fatoni.
Disclaimer:Artikel ini merupakan kerjasama
digtara.com dengan suara.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto,
grafis dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggungjawab suara.com.
Tanah Longsor Pasca Hujan Tutup Ruas Jalan Penghubung di Kabupaten Sikka
Polda Sumut Intensifkan Patroli Subuh Ramadan 1447 H, Antisipasi Balap Liar dan Gangguan Kamtibmas
Terima Reses Komisi VIII DPR RI, Wagub Sumut Tegaskan Penguatan Layanan Sosial dan Mitigasi Bencana
Ipong Dalimunthe SE Dikukuhkan Sebagai Wakil Sekretaris DPW PKB Sumut. "Menyala Dari Akar"
86 Keluarga di Tapanuli Utara Terima Dana Stimulan Perbaikan Rumah Pascabencana Banjir dan Longsor