Polri-TNI Bersama Pemda Flores Timur Bersinergi Tangani Situasi Pasca Erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-laki
digtara.com - Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami erupsi pada Senin (4/11/2024) lalu.
Baca Juga:
Meskipun tinggi kolom abu tidak teramati, aktivitas vulkanik ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 17 mm dan durasi sekitar 3 menit 5 detik.
Menyusul peristiwa ini, status Gunung Lewotobi Laki-laki ditingkatkan dari level III (Siaga) menjadi level IV (Awas).
Erupsi ini mengakibatkan dampak yang cukup serius, termasuk korban jiwa dan kerusakan material.
Hingga saat ini, terdapat sembilan orang yang dinyatakan meninggal, terdiri dari lima laki-laki dan empat perempuan, yang merupakan warga Desa Klatanlo, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flotim.
Selain itu, satu orang mengalami luka berat akibat lahar panas dan kini dirawat di RSUD Larantuka.
Dari informasi yang dihimpun, kerusakan bangunan akibat letusan meliputi fasilitas umum tujuh unit, termasuk sekolah-sekolah dan balai dusun di Desa Klatanlo dan Hokeng Jaya.
23 unit rumah warga mengalami kerusakan berat, dengan 19 unit di Desa Klatanlo, tiga unit di Desa Hokeng Jaya, dan satu unit di Desa Dulipali.
Pemerintah Kabupaten Flores Timur telah menyiapkan beberapa pos pengungsian untuk menampung warga yang terdampak, dengan total pengungsi mencapai 2.660 orang.
Beberapa pos pengungsian yang tersedia antara lain Pos Pengungsian Konga sebanyak 833 pengungsi, Pos Pengungsian Bokang sebanyak 616 pengungsi. Pos Pengungsian Lewolaga ada 789 pengungsi dan yang terakhir di SDK Hokeng Sikka sebanyak 422 pengungsi.
Setiap pos dilengkapi dengan sarana prasarana seperti dapur umum, tenda pengungsian, dan toilet umum.
Polres Flores Timur bersama berbagai stakeholder melakukan upaya cepat untuk memitigasi dampak yang ditimbulkan, baik korban jiwa maupun kerugian materiil.
Anggota Polairud Bagi Bendera Pada Nelayan Pesisir dan Alat Tulis Bagi Anak Sekolah di Flores Timur
Ritual Bau Lolon Satukan Dua Kampung Yang Bertikai di Flores Timur
Wakapolda NTT Kawal Rekonsiliasi Adonara-Flores Timur
Sempat Terlibat Konflik, Masyarakat Lowonara dan Belle di Flores Timur Gelar Perdamaian Adat
Gunung Ile Lewotolok Kembali Erupsi, Masyarakat Dihimbau Jangan Panik