Rekrutmen Polri Berjalan Baik, Polda NTT Beri Penghargaan pada Sejumlah Pihak
Karo pun menyebutkan kalau 80 persen peserta puas dengan hasil kinerja panitia penerimaan.
Baca Juga:
Menurutnya, proses seleksi dilaksanakan secara transparan dan diawasi ketat oleh pengawas internal maupun eksternal.
"Dari hasil survei kami selama pelaksanaan seleksi, 80 persen para peserta merasa puas dengan pelaksanaan seleksi tersebut," kata Karo SDM.
Seleksi di Polda NTT menggunakan prinsip penyelenggaraan yang bersih, transparan, akuntabel, dan humanis. Adapun, pengawas yang dilibatkan dalam proses seleksi, antara lain Itwasda Polda NTT, Bidang Propam Polda NTT, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), jurnalis, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).
Selain itu, ada pula pengawasan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTT, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora), Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi), Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dan Ahli IT Universitas Nusa Cendana Kupang.
"Sehingga mereka yang akan menyaksikan dan mengawasi pelaksanaan setiap tahapan seleksi secara ketat, terus-menerus, dan menginformasikan bila terdapat permasalahan dalam pelaksanaan seleksi," imbuhnya.
Perekrutan juga tidak ada celah untuk bermain-main. "Tidak ada main-main dan (panitia) tidak bisa rubah nilai. Semua sudah transparan karena peserta mengetahui dan menyetujui nilai yang ada," tegas Karo SDM.
Untuk panitia penerimaan di tingkat Polres, Karo SDM minta agar para Kabag SDM juga berani mengatakan tidak jika salah.
"Jangan jadi Kabag SDM yang penakut. Jika masih takut menyatakan kebenaran maka boleh mundur," tegas Karo SDM Polda NTT.
Sambil Duduk Lesehan, Kapolda dan Wakapolda NTT Dengarkan Curhatan Warga Korban Gempa di Tenda Pengungsian
Dapur Lapangan Brimob NTT Siapkan Makanan Untuk Korban Gempa di Nagekeo
Lalui Medan Berat, Kapolres Nagekeo Salurkan Bantuan Kapolda NTT untuk Warga Terdampak Gempa
Polri Tanam Bawang Putih Dukung Swasembada Pangan
Tim Psikologi Polda NTT dan Jatim Hadirkan Trauma Healing untuk Pengungsi Gempa di Maukaro-Ende