Dapat Kesempatan Ikut Tes Polri, Pemuda Asal Mutis Asah Kemampuan Secara Mandiri
Namun jarak tersebut bukan kendala bagi Methosius. Ia tidak ingin membuang kesempatan emas ini.
Baca Juga:
Setelah dinyatakan lulus seleksi administrasi, Methosius kemudian mencari bahan belajar di internet.
Ia meminta bantuan ibunya mengisi pulsa data dan mulai menjelajah internet mencari bahan ujian psikologi dan ujian akademik tes masuk bintara Polri.
Usahanya tidak sia-sia karena seluruh tahapan bisa dilalui dengan hasil maksimal.
Latihan olahraga dan belajar dilakukan secara mandiri. Sejumlah kekurangan diupayakan untuk dilalui sehingga bisa mengikuti tahapan seleksi hingga wawancara PMK dan psikologi.
Methosius berterima kasih kepada Kapolda NTT, Karo SDM dan jajaran yang bisa mensosialisasikan kesempatan menjadi anggota Polri hingga wilayah perbatasan sehingga putra-putri dari wilayah perbatasan NKRI-Timor Leste pun mendapat kesempatan yang sama.
"Kami bersyukur dan berterima kasih kepada Kapolda NTT dan jajaran sehingga kami anak-anak di wilayah batas juga mendapat kesempatan mengikuti seleksi bintara Polri," ujarnya.
Ia pun memiliki harapan yang besar agar perjuangannya tidak sia-sia dan kedepan bisa diakomodir menjadi bagian dari Polri mengamankan wilayah perbatasan NKRI.
Ia juga tidak akan menolak jika lulus menjadi anggota Polri kemudian ditempatkan di wilayah perbatasan karena menurutnya wilayah batas harus mendapat perhatian lebih agar menekan angka kriminalitas dan gangguan keamanan.
Polisi di Selatan NKRI Sisihkan Gaji dan Remunerasi Untuk Bantu Warga Kurang Mampu
Tidak Terima Ditegur Orang Tua, Siswa SMA Di Sumba Barat Daya Akhiri Hidup Dengan Gantung Diri
Berkas Perkara Eksploitasi Seksual Anak Dibawah Umur P21, Tersangka Dilimpahkan ke Kejaksaan
Gara-gara Mangga Untuk Tolakan Miras, Pria di Sumba Timur Tewas Ditebas Dengan Parang
Kasus Penganiayaan P21, Polres Sumba Barat Serahkan Tersangka ke Kejaksaan