Buang Bayi dalam Koper, Siswi SMK Bajawa Tetap Diproses, Pacar Pelaku Segera Diperiksa
DN yang panik kemudian bingung karena bayi yang dilahirkan masih hidup.
Baca Juga:
- Naslindo Sirait Ditetapkan Jadi Tersangka Korupsi Perusda Mentawai, Ini Profil dan Latar Belakang Kadis Koperasi Sumut
- HAB ke-80 Tingkat Kota di Gelar di Halaman Balaikota Semarang, Pertahankan Kota Toleran Nasional dan Mantapkan MTQ 2026
- Gelar Upacara HAB ke-80, Kanwil Kemenag Jateng Komitmen Perkuat Pengabdian dan Kerukunan Serta Kualitas Layanan
"Saya merasakan bayi yang saya lahirkan masih ada denyut jantung," tutur DN saat ditemui di ruang IGD Rumah Sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang, Selasa (23/4/2024) malam.
DN mengaku masih mencium bayi yang dilahirkan kemudian ia memberanikan diri memotong tali pusar bayi dari plasenta/ari-ari.
DN pun membungkus bayi nya dengan kain dan memasukkan bayi tersebut dalam koper pakaian dalam posisi tertelungkup dan kemudian menutup tubuh bayi dengan pakaian kemudian menutup koper dan meletakkan di sudut kamar.
DN pun berdiam diri dalam kamar dan mengabari rekannya melalui whatsapp.
Sejumlah rekannya mengetuk pintu kamar kost namun DN yang takut enggan membuka pintu kamar kost.
Beberapa rekan DN melaporkan ke ibu kost. Kebetulan di sekitar tempat tinggal mereka ada seorang bidan yang juga istri seorang anggota Polri.
Bidan dan ibu kost pun datang mengetuk pintu kamar DN dan DN pun membuka pintu kamar.
Bidan dan ibu kost sempat menginterogasi DN dan DN masih bungkam.
Saat itu DN sudah mengalami pendarahan. Namun karena bidan dan ibu kost tidak melihat bayi maka mereka pun terus mendesak DN.
Sambil menangis dan ketakutan, DN pun menunjuk koper berisi bayi yang baru dilahirkan.
Bidan, ibu kost dan rekan-rekan korban kaget menemukan bayi laki-laki sudah meninggal dunia dan ditutup pakaian dalam koper.
Mereka melaporkan ke Polsek Kota Lama dan mengevakuasi DN dan bayinya.
Ka SPKT, Aiptu Mick Terru dan Kanit Reskrim Polsek Kota Lama, AKP Sjalom Rohi pun menginterogasi DN di ruang IGD Rumah sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang.
DN mengaku kalau di Bajawa ia berpacaran dengan FR (17), siswa kelas II SMA Negeri II Bajawa.
DN mengaku sebelum datang magang ke Kota Kupang, ia sudah menyampaikan perihal kehamilannya kepada FR namun tidak ada tanggapan.
DN mengaku sudah merasakan sakit perut sejak Minggu (21/4/2024) namun baru pada Selasa petang ia merasakan sakit yang begitu terasa dan tiba-tiba melahirkan.
Ia memperkirakan kalau bayi yang dilahirkan baru berusia 7 bulan.
Vicky dan Diego, dua rekan DN mengaku kalau mereka kaget mendapat kabar soal DN melahirkan.
Naslindo Sirait Ditetapkan Jadi Tersangka Korupsi Perusda Mentawai, Ini Profil dan Latar Belakang Kadis Koperasi Sumut
HAB ke-80 Tingkat Kota di Gelar di Halaman Balaikota Semarang, Pertahankan Kota Toleran Nasional dan Mantapkan MTQ 2026
Gelar Upacara HAB ke-80, Kanwil Kemenag Jateng Komitmen Perkuat Pengabdian dan Kerukunan Serta Kualitas Layanan
Unisvet Semarang Gelar Wisuda ke 11. Rektor Luluk: Alumni Berperan Penting dalam Pengembangan Institusi
Diperiksa Pasca Dirawat, IRT Pelaku Buang Bayi Mengaku Dihamili Mantan Pacar Yang Juga Perangkat Desa