Terseret Banjir dan Hilang Dua Hari, Pria di Belu Ditemukan Tewas
Kondisi korban mengalami pembengkakan di seluruh tubuh, telapak kaki kiri korban hilang, wajah korban tidak dapat dikenal karena mengalami kerusakan akibat terkikis air.
Baca Juga:
Keluarga korban mengakui kalau selama ini bahwa korban merupakan penggembala sapi di hutan Lelowai.
"Pada saat mengembala sapi, air di sungai Lelowai sementara banjir besar dan diduga korban terseret air sungai," ujar Humas Polres Belu.
Aliran sungai Malibaka sendiri tersambung dari kali/sungai Lelowai, Kali Talau, Kali Bokama, Kali Asulait, Kali Mahen hingga ke kali Malibaka kec Raihat, Kabupaten Belu.
Tim SAR gabungan sempat membantu upaya pencarian selama dua hari. Tim dibagi menjadi 2 SRU yakni SRU air melaksanakan pencarian dengan menyusuri aliran sungai dan SRU darat melaksanakan pencarian di sekitar jembatan Sadik menuju ke Kelurahan Fatubenao.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang, I Putu Sudana SE MAP menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam operasi SAR di Desa Derok Faturene Kecamatan Tasifeto Barat dan berharap agar kemitraan serta sinergitas yang telah terjalin dapat terus berjalan sehingga pelaksanaan tugas di bidang pencarian dan pertolongan dapat terlaksana dengan lebih baik.
Telkomsel Jaga Konektivitas Flores Usai Gempa, Paket Darurat Rp1 Dapat 3 GB Internet
Ditpolairud Polda NTT Salurkan Tujuh Ton Bantuan Air Bersih Bagi Warga Reok-Manggarai
Akses Terbatas, Warga Korban Gempa di Pulau Palu'e-Sikka Dievakuasi Pakai Helikopter
Pohon Tumbang di Depan Sekolah di Kupang Nyaris 'Makan Korban'
Pamit Cari Ikan, Warga Malaka Ditemukan Meninggal Dunia Dalam Kali