Seorang Anak di Kabupaten TTS kembali Jadi Korban Serangan Anjing Rabies
"Keluarga merawat korban di rumah kebun. Pada hari Senin 26 Februari, korban masih merasakan gejala yang sama, kemudian keluarga melakukan pengobatan tradisional dengan cara disembur," jelas Ria Tahun.
Baca Juga:
Keluarga kemudian membawa korban ke rumah tinggal pada Selasa Desa Taiftob.
Pada malam hari korban mulai mengalami peningkatan kecemasan, sehingga korban mencakar dan menggigit ibunya.
"Pada Rabu 28 Februari, sekitar pukul 11.00 Wita, korban dikatakan meninggal dunia oleh keluarga," ujar Ria Tahun.
Sehingga ia menambahkan, jika dilihat dari gejala yang muncul dan masa inkubasi yang ada maka diduga korban IS mengalami gejala khas rabies mulai muncul awal pada hari Ke-13 pasca-gigitan dan meninggal setelah empat hari mengalami gejala khas rabies.
"Masa inkubasinya pendek karena lokasi luka gigitan merupakan resiko tinggi, tidak dilakukan tata laksana pencucian luka, dan pemberian SAR dan VAR," tutup Ria Tahun.
Untuk diketahui, korban tewas akibat gigitan anjing rabies di Kabupaten TTS berjumlah 16 orang, yang didominasi oleh anak-anak. Sedangkan korban korban gigitan telah mencapai 3.551 orang.
Tiga Terduga Tindak Pidana PETI di Sumba Timur Diproses Hukum
Mangkir Dari Panggilan, Polres Belu Layangkan Lagi Panggilan Bagi RS Tersangka Kasus Pencabulan
Tiga Warga TTU Disekap dan Dianiaya di Malaka
Hujan Deras Rendam Sejumlah Rumah di Belu dan Lahan Pertanian Tergenang Air
Sejumlah Remaja Pria di Flores Timur-NTT Jadi Korban Pencabulan Sesama Jenis dengan Ancaman Benda Tajam