Cari Ikan, Warga Alor-NTT Tenggelam dan Meninggal Dunia
Fajaria mengaku mengetahui kalau korban tersebut yang tenggelam di laut melalui anak nya yang melihat korban sedang tenggelam di laut.
Baca Juga:
Setelah itu Fajaria melihat korban sedang berusaha untuk berenang agar tidak tenggelam.
Namun keadaan air laut arus sangat kencang sehingga Fajaria hanya melihat korban tenggelam dan muncul kembali ke permukaan.
Fajaria langsung menyuruh anaknya untuk memanggil warga di sekitar pantai untuk mengevakuasi korban
Korban yang berhasil dievakuai dari dalam laut sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Orang tua korban, Petrus Lawangdonu (66) dan keluarga saat itu sedang ikut ibadah di rumah kerabatnya di Sawah Lama.
Ia mendapat kalau korban tenggelam di Sabanjar saat memancing.
Petrus pulang ke rumah dan melihat sudah banyak warga berada di rumahnya untuk menunggu jenazah korban yang dibawa dari Puskemas Alor Kecil.
Hasil pemeriksaan luar korban oleh perawat, Nursiam Yusuf dari Puskemas Alor Kecil menyebutkan kalau korban dibawa ke Puskemas Alor Kecil sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Saat itu badan korban kaku dan keluar busa dari mulut. Tidak ada tanda luka /tanda kekerasan pada tubuh korban.
Korban diduga meninggal karena tenggelam.
Pihak keluarga sepakat tidak menuntut peristiwa meninggalnya korban karena keluarga percaya dan menganggap bahwa kejadian tersebut merupakan takdir dari Tuhan dan keluarga telah memakluminya.
Pihak keluarga tidak menuntut siapapun akibat dari peristiwa tersebut dan pihak keluarga telah bersepakat untuk mengurus dan akan memakamkan jenazah korban.
Diduga Stres Dengan Masalah Keluarga, Pria di Manggarai Timur Bunuh Anaknya Kemudian Gantung Diri
Anggota Polda NTT Gelar Bhakti Religi di Masjid dan Gereja Sonsong Hari Bhayangkara ke-80
Berkas Lengkap, Tersangka Dan Barang Bukti Kasus Pembunuhan di Alor Dilimpahkan Ke Kejaksaan
Dua Bayi Dan Puluhan PMI Asal NTT Meninggal di Luar Negeri
Respon Keluhan Warga, Polda NTT Pastikan Tak Ada Pengurangan Isi Gas