Sabtu, 21 Februari 2026

Diduga Putus Asa Masalah Asmara, Mahasiswa UPG 45 di Kupang Akhiri Hidup dengan Gantung Diri

Imanuel Lodja - Minggu, 11 Februari 2024 10:41 WIB
Diduga Putus Asa Masalah Asmara, Mahasiswa UPG 45 di Kupang Akhiri Hidup dengan Gantung Diri
net
Ilustrasi.

digtara.com - DASB alias Dimas (23), mahasiswa semester II jurusan PJKR FKIP Universitas Pendidikan Guru (UPG) 45 Kupang, NTT ditemukan tewas dengan posisi gantung diri pada Sabtu (10/2/2024) malam.

Baca Juga:

Korban ditemukan gantung diri di teras belakang di elurahan Bakunase II, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang.

Korban yang juga warga asal Jalan Soekarno, Kelurahan Taubneno, Kecamatan Kota Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) selama ini tinggal di rumah kerabatnya Belandina MB di Jalan Mentimun Kelurahan Bakunase II, Kota Kupang.

Korban pertama kali ditemukan oleh saudara sepupunya, FPKBP alias Fred (15).

Sekitar pukul 20.45 wita, Fred (sepupu kandung korban) baru pulang ke rumah.

Saat tiba di rumah, ia langsung berjalan ke teras belakang rumah. Ia melihat ada yang janggal karena ada celana yang tergantung.

Fred langsung menyalakan senter handphone dan melihat korban sementara tergantung dan leher korban terikat dengan tali nilon warna putih di teras belakang.

Fred langsung berlari dan memberitahukan kepada rekan-rekan dan warga sekitar.

Kasus gantung diri ini kemudian dilaporkan ke Polsek Oebobo sehingga Piket SPKT Polsek Oebobo langsung ke lokasi kejadian melakukan olah TKP.

Polisi juga mengamankan TKP dan memasang garis polisi.

Saat polisi tiba, polisi mengecek keberadaan korban dan masih ada tanda-tanda kehidupan sehingga anggota bersama warga langsung menurunkan korban dan membawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang dengan mobil patroli Polsek Oebobo.

Di ruang IGD, dokter Serli yang merupakan dokter jaga langsung menangani korban.
20 menit kemudian korban dinyatakan meninggal dunia.

Informasi dari kerabat korban menyebutkan kalau korban putus asa dan mengalami depresi karena masalah asmara sehingga korban sering bertingkah aneh.

Korban selama ini kuliah di Kupang dan tinggal dengan kerabatnya karena orang tua korban tinggal di luar Kota Kupang.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Gaji ASN di Kabupaten Kupang Terlambat Dibayar Karena Perampingan OPD

Gaji ASN di Kabupaten Kupang Terlambat Dibayar Karena Perampingan OPD

Terparkir Berhari-hari, Sepeda Motor Tanpa Pemilik Diamankan Polisi

Terparkir Berhari-hari, Sepeda Motor Tanpa Pemilik Diamankan Polisi

Pukul Warga Tanpa Sebab dan Video Viral di Medsos, Warga Batuplat-Kupang Diamankan Resmob Polda NTT

Pukul Warga Tanpa Sebab dan Video Viral di Medsos, Warga Batuplat-Kupang Diamankan Resmob Polda NTT

Jual Bahan Pangan Diatas HET, Pedagang di Kota Kupang Bakal Ditindak Tegas

Jual Bahan Pangan Diatas HET, Pedagang di Kota Kupang Bakal Ditindak Tegas

LBH APIK NTT Minta Polisi Tidak Main-Main Dengan Kejahatan Terhadap Perempuan dan Anak

LBH APIK NTT Minta Polisi Tidak Main-Main Dengan Kejahatan Terhadap Perempuan dan Anak

Tiga Korban Mati Mesin dan Hilang Kontak di Perairan Diu-Rote Ndao Ditemukan Selamat

Tiga Korban Mati Mesin dan Hilang Kontak di Perairan Diu-Rote Ndao Ditemukan Selamat

Komentar
Berita Terbaru