Minggu, 31 Agustus 2025

Sekolah di Sekitar Gunung Marapi Hentikan Kegiatan Luar Kelas, Belajar Pakai Masker

Arie - Sabtu, 20 Januari 2024 14:30 WIB
Sekolah di Sekitar Gunung Marapi Hentikan Kegiatan Luar Kelas, Belajar Pakai Masker
suara.com
Sekolah di Sekitar Gunung Marapi Hentikan Kegiatan Luar Kelas, Belajar Pakai Masker

digtara.com - Pemerintah Kabupaten Agam, meniadakan kegiatan di luar kelas berupa olahraga, upacara dan kultum di sekolah sekitar Gunung Marapi yang sampai sampai saat ini masih mengalami erupsi.

Baca Juga:

"Tidak ada kegiatan di luar kelas seperti olahraga, upacara, kultum dan lainnya," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agam, Isra, Kamis (18/1/2024).

Menurutnya, siswa sampai saat ini masih bisa belajar tatap muka dengan ketentuan harus memakai masker ke sekolah. Kemudian, sekolah juga diberikan kewenangan untuk mengambil keputusan apabila terjadi peningkatan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Marapi.

Kewenangan itu berupa menghentikan pembelajaran di sekolah, mengurangi jam pelajaran, memulangkan siswa lebih cepat atau untuk sementara mengumpulkan siswa pada tempat yang dianggap aman dan tidak membahayakan.

"Ini dalam rangka pengurangan resiko dampak dari erupsi gunung tersebut yang dialami siswa," katanya.

Ia mengakui, jumlah sekolah yang berada di sekitar Gunung Marapi sebanyak 38 unit terdiri dari SD 32 unit dan SMP enam unit dengan jumlah siswa sekitar ribuan orang.

Ke-38 sekolah itu berada di Kecamatan Canduang sebanyak 17 unit SD dan tiga unit SMP. Sementara di Kecamatan Sungai Pua sebanyak 15 unit SD dan tiga unit SMP.

"Ini berdasarkan pendataan yang kita lakukan di dua kecamatan yang terdekat dengan Gunung Marapi," katanya.

Sebelumnya, gunung tersebut erupsi pada 3 Desember 2023, mengakibatkan 24 orang meninggal dunia dan puluhan orang luka-luka.

Gunung Marapi tersebut sudah berulang kali erupsi sehingga meningkatnya status aktivitas vulkanik gunung itu dari level II (waspada) menjadi level III (siaga).

Disclaimer:Artikel ini merupakan kerjasama digtara.com dengan suara.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggungjawab suara.com.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Diduga Perlakuan Diskriminatif Kemendikdasmen Soal Bimtek Pembelajaran Mendalam Dinilai Fatal, Direktur LBH Pekalongan Aziz: Mendikdasmen Harusnya Jadi Teladan, Mengayomi dan Menginspirasi

Diduga Perlakuan Diskriminatif Kemendikdasmen Soal Bimtek Pembelajaran Mendalam Dinilai Fatal, Direktur LBH Pekalongan Aziz: Mendikdasmen Harusnya Jadi Teladan, Mengayomi dan Menginspirasi

Viral Surat Undangan Bimtek Pembelajaran Mendalam Region Jawa Tengah 2 Hanya Libatkan Muhammadiyah, Ketua Maa'rif NU Jateng Fakhruddin Karmani:  Kemendikdasmen Bukan Milik Ormas Tertentu

Viral Surat Undangan Bimtek Pembelajaran Mendalam Region Jawa Tengah 2 Hanya Libatkan Muhammadiyah, Ketua Maa'rif NU Jateng Fakhruddin Karmani: Kemendikdasmen Bukan Milik Ormas Tertentu

Pemerintah Siapkan 15 Ribu Laptop untuk Sekolah Rakyat, Anggaran Capai Rp7 Triliun

Pemerintah Siapkan 15 Ribu Laptop untuk Sekolah Rakyat, Anggaran Capai Rp7 Triliun

Syah Afandin Bagikan 1.020 Seragam di SD Masa Kecilnya: Dukung Generasi Emas 2045P

Syah Afandin Bagikan 1.020 Seragam di SD Masa Kecilnya: Dukung Generasi Emas 2045P

Minta Dukungan Tokoh Agama, Kapolresta Kupang Kota Temui Uskup Agung Kupang

Minta Dukungan Tokoh Agama, Kapolresta Kupang Kota Temui Uskup Agung Kupang

Anggota DPR RI Sebut Ekonomi Jadi Pemicu Ratusan Ribu Anak di NTT Tidak Bersekolah

Anggota DPR RI Sebut Ekonomi Jadi Pemicu Ratusan Ribu Anak di NTT Tidak Bersekolah

Komentar
Berita Terbaru