Sabtu, 25 April 2026

Sebulan TPA Alak Terbakar, Warga Terancam Idap Kanker

Imanuel Lodja - Senin, 13 November 2023 17:07 WIB
Sebulan TPA Alak Terbakar, Warga Terancam Idap Kanker

digtara.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang menetapkan status kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Alak dari 'siaga' menjadi status 'tanggap darurat' setelah hampir sebulan mengalami kebakaran.

Baca Juga:

Kebakaran itu dimulai 13 Oktober 2023 sekitar 14.20 WITA di lahan seluas 4,3 hektare ini.

Kini 80 persen TPA Alak mengalami kebakaran yang menimbulkan asap setiap saat.

Area Pelabuhan Tenau dan Bolok, juga warga Kabupaten Kupang ikut terdampak.

Pada 23 sampai 28 Oktober 2023, warga yang geram melakukan blokade di jalan menuju ke TPA Alak.

Mobil-mobil pengangkut sampah tak diizinkan masuk bila kebakaran itu tak diselesaikan Pemkot Kupang.

Laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang menyebut 891 warga terdampak dan ada yang mengalami ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut).

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Kupang, Ricko Umar, menyebut dengan penetapan status tanggap darurat pada 3 November 2023 in maka TNI Polri dan seluruh stakeholder dapat terlibat dalam penanganan bersama.

Status ini berlaku 14 hari ke depan dan bisa diperpanjang lagi statusnya bila penanganannya tak membuahkan hasil.

Penjabat Gubernur Provinsi NTT, Ayodhia Kalake, dan Penjabat Wali Kota Kupang, Fahrensy Funay, turut memantau TPA Alak 2 hari setelah status tersebut ditetapkan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang, Orson Genes Nawa, menyebut Ayodhia ingin pemadaman terus dilanjutkan dan juga meminta SK soal penetapan status tersebut.

"Utuk meminta bantuan pemerintah pusat terkait dengan penanganan kebakaran dan untuk pengembangan pengelolaan sampah di TPA Alak," jelas dia.

Asap kebakaran TPA Alak yang dihirup warga secara terus-menerus bisa berdampak berkepanjangan seperti kanker.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, Retnowati, masalah ini berbahaya bila dibiarkan berlarut agar hal tak diinginkan itu tidak terjadi.

"Tidak hanya ISPA saja, bisa berakibat penyakit lainnya seperti kanker. Namun itu jangka panjang bila terus dihirup masyarakat," ujar Retnowati, Senin 13 November 2023.

Pihaknya sendiri sudah mengerahkan tenaga puskesmas itu seminggu sekali patroli ke rumah warga.
Ada posko yang juga dibuka di kantor kelurahan.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Dilatih Polres Rote Ndao Selama Dua Pekan, Puluhan Satpam Siap Bekerja

Dilatih Polres Rote Ndao Selama Dua Pekan, Puluhan Satpam Siap Bekerja

Kebakaran Tebing Tinggi Hari Ini: 10 Rumah Karyawan PT ADEI Ludes Terbakar, Kerugian Ratusan Juta

Kebakaran Tebing Tinggi Hari Ini: 10 Rumah Karyawan PT ADEI Ludes Terbakar, Kerugian Ratusan Juta

Iseng, Bocah di Kupang Tembak Rekannya Dengan Senapan Angin Berujung Meninggal Dunia

Iseng, Bocah di Kupang Tembak Rekannya Dengan Senapan Angin Berujung Meninggal Dunia

Pria di Kupang Diamankan Polisi Pasca Ancam Warga Dengan Pisau

Pria di Kupang Diamankan Polisi Pasca Ancam Warga Dengan Pisau

Ditinggal Sendiri Dalam Rumah, Balita di Ende Tewas Terjebak Kebakaran Rumah

Ditinggal Sendiri Dalam Rumah, Balita di Ende Tewas Terjebak Kebakaran Rumah

IRT di Kabupaten TTS Sekarat Dianiaya dengan Parang

IRT di Kabupaten TTS Sekarat Dianiaya dengan Parang

Komentar
Berita Terbaru