Mengamuk dan Kabur dari Puskesmas, Pasien Suspek Rabies Meninggal Dunia
Baca Juga:
Sekitar pukul 12.30 mulai menunjukan kegelisahan, mengamuk dan kabur.
Petugas medis minta persetujuan keluarganya untuk dilakukan tindakan restrain (diikat).
Permintaan itu disetujui oleh keluarganya.
Sekitar pukul 14.40 Wita, dia terus mengamuk hingga ikatannya putus kemudian kabur dari Puskesmas dengan cara melompat pagar dan keluar ke pemukiman warga.
Petugas medis pun langsung minta bantuan pengamanan dari polisi dan Babinsa untuk membantu mengamankannya.
Selasa 7 November 2023 sekitar pukul 03.30 Wita, keluarga melaporkan ke petugas medis bahwa Yoksan mengeluarkan busa dan air liur berlebihan dari mulutnya.
Saat dicek, dokter menyatakan Yoksan sudah meninggal dunia.
"Jika dilihat dari gejala yang muncul dan masa inkubasinya, maka diduga Yoksan mengalami gejala khas rabies. Karena mulai muncul gejala awal di minggu ke 20 dan hari keenam pasca gigitan. Dia meninggal setelah mengalami gejala khas rabies," jelasnya.
Ancaman Rabies di Kabupaten Sikka-NTT Makin Mengkuatirkan
Tiga Pria Pencuri Handphone di Manggarai Diamankan Polisi
Tengah Malam, Seorang Pria di Kupang Ancam Istri dan Anak-anak Dengan Parang
Dapur MBG di NTT hanya dibolehkan Pakai LPG 50 Kilogram
Pergi Dari Rumah Tanpa Pamit, Lansia di Belu Ditemukan Meninggal Dalam Hutan