Senin, 16 Maret 2026

Polisi – Pemerintah Bersama Masyarakat Gelar Operasi Pemusnahan Hewan Penyebar Rabies

Imanuel Lodja - Rabu, 14 Juni 2023 02:16 WIB
Polisi – Pemerintah Bersama Masyarakat Gelar Operasi Pemusnahan Hewan Penyebar Rabies

digtara.com – Jumlah korban gigitan anjing di wilayah Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), NTT hingga Rabu 14 Juni 2023 sebanyak 119 orang.

Baca Juga:

Dari jumlah tersebut, terdata warga yang meninggal dunia sebanyak 2 orang. Korban lainnya masih menjalani perawatan intensif.

Kapolsek Amanatun Selatan Iptu I Dewa Gede Putra Wijayana, SH, Camat Amanatun Selatan Yonatan P. Y. D. R. Tahun S.Tp bersama seluruh lapisan masyarakat kecamatan Amanatun Selatan melaksanakan operasi pembersihan/pemusnahan Hewan Penyebar Rabies (HPR).

Baca: Satu Warga Kabupaten TTS Masih Kritis karena Rabies, Tim Gabungan Musnahkan Anjing Liar

Operasi sejak Selasa (13/6/2023) ini dilakukan guna memutus mata rantai penyebaran virus Rabies yang sudah sangat meresahkan masyarakat TTS khususnya wilayah kecamatan Amanatun Selatan yang menjadi tempat penyebaran Rabies paling masif.

“Operasi ini di mulai sejak hari Selasa 13 Juni 2023 dan akan berakhir sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan;” ujar Kapolsek Amanatun Selatan, Iptu I Dewa Putra Gede Wijayana, SH, Rabu (14/6/2023).

Sebelum dilaksanakan nya operasi pembersihan ini sudah didahului dengan sosialisasi secara langsung kepada seluruh masyarakat.

Masyarakat dihimbau untuk mengikat/mengandangkan hewan peliharaan nya seperti anjing, kucing dan kera yang berpotensi bisa menyebarkan Rabies.

“Kita sudah melakukan sosialisasi sebelum kita melakukan operasi ini. Sosialisasi berupa himbauan kepada masyarakat untuk mengandangkan hewan peliharaan yang berpotensi menyebarkan rabies,” tambah Kapolsek.

Dalam dua hari operasi pemusnahan Hewan Penyebar Rabies (HPR), tim berhasil mengeliminasi 8 ekor anjing yang tersebar di beberapa desa di wilayah kecamatan Amanatun Selatan.

Sebelumnya Bupati TTS, Eugusem Pieter Tahun juga sudah menetapkan kasus ini sebagai suatu Kejadian Luar Biasa (KLB).

Kapolsek Amanatun Selatan Iptu I Dewa Gede Putra Wijayana, SH menghimbau masyarakat untuk sadar akan bahaya penyakit rabies.

Kapolsek juga mengharapkan dengan dilaksanakan pembersihan Hewan Penyebar Rabies (HPR) di wilayah kecamatan Amanatun Selatan bisa mengurangi bahkan menghentikan korban-korban berikutnya.

“Semoga operasi ini bisa mengurangi korban sehingga tidak ada lagi korban pada waktu mendatang,” tandas kapolsek.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami diĀ Google News

Polisi – Pemerintah Bersama Masyarakat Gelar Operasi Pemusnahan Hewan Penyebar Rabies

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
TTS
Berita Terkait
Suami di TTS-NTT Siram Istri Dengam Air Panas Karena Tidak Diberi Uang

Suami di TTS-NTT Siram Istri Dengam Air Panas Karena Tidak Diberi Uang

Mangkir Dari Panggilan, Oknum Anggota Polres TTU Dijemput Penyidik Polres TTS

Mangkir Dari Panggilan, Oknum Anggota Polres TTU Dijemput Penyidik Polres TTS

Polwan Polres TTS Tebar Kebaikan Bagi Siswa di Pedalaman

Polwan Polres TTS Tebar Kebaikan Bagi Siswa di Pedalaman

Tujuh Anggota Polres TTS Berprestasi Diberikan Penghargaan

Tujuh Anggota Polres TTS Berprestasi Diberikan Penghargaan

Kapolres TTS Salurkan Bantuan Alat Tulis Kapolda NTT Hingga ke Pelosok

Kapolres TTS Salurkan Bantuan Alat Tulis Kapolda NTT Hingga ke Pelosok

Sebarkan Berita Hoax Soal Polri, Pria di TTS-NTT Diamankan Polisi dan Minta Maaf

Sebarkan Berita Hoax Soal Polri, Pria di TTS-NTT Diamankan Polisi dan Minta Maaf

Komentar
Berita Terbaru