Jumat, 01 Mei 2026

Sponsor Pengiriman Imigran Kabur, Polisi Selidiki Dugaan Biaya Sewa Kapal Rp 50 Juta per ABK

Imanuel Lodja - Kamis, 15 Desember 2022 12:23 WIB
Sponsor Pengiriman Imigran Kabur, Polisi Selidiki Dugaan Biaya Sewa Kapal Rp 50 Juta per ABK

digtara.com – Sebanyak 13 warga negara asing (WNA) asal Irak yang merupakan imigran gelap diamankan polisi dari Polres Rote Ndao.

Baca Juga:

Diperoleh informasi kalau kedatangan dan keberangkatan belasan imigran ini difasilitasi oleh Hanafi Laduma, warga asal Papela, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao.

Namun Hanafi kabur pasca polisi mengamankan imigran ini di pantai Rote Selatan, Kabupaten Rote Ndao, Kabupaten Rote Ndao.

Selain itu diperoleh informasi kalau para imigran ini menyewa kapal hingga puluhan juta rupiah.

Baca: Belasan Imigran Gelap Diamankan Polres Rote Ndao

Bahkan satu orang ABK dibayar Rp 50 juta untuk mengantar imigran ke wilayah Australia.
Polisi masih menyelidiki lebih lanjut terkait informasi soal sponsor imigran dan biaya sewa kapal dan ongkos ABK.

“Masih dilaksanakan penyidikan,” tandas Kapolres Rote Ndao, AKBP I Nyoman Putra Sandita, SH SIK MH saat dikonfirmasi Kamis (15/12/2022).

Kapolres memastikan kalau pada Kamis (15/12/2022) pihak kantor Imigrasi Kupang menuju Kabupaten Rote Ndao. “Siang ini imigrasi menuju Rote Ndao,” tambah Kapolres.

Terkait keberadaan tiga ABK yang diamankan bersama para imigran, Kapolres menyebutkan bahwa saat ini masih sebagai saksi.

“Sementara masih status saksi dan pengumpulan alat bukti,” ujar Kapolres Rote Ndao.

Ia memastikan, setelah gelar kasus maka penyidik akan menentukan pasal yang disangkakan kepada nahkoda dan ABK kapal.

Sebanyak 13 warga negara asing (WNA) asal Irak yang merupakan imigran gelap diamankan polisi dari Polres Rote Ndao, Rabu (14/12/2022).

Mereka diamankan di perairan laut Pantai Rote Selatan Kecamatan Rote Selatan, Kabupaten Rote Ndao, NTT.

Imigran ini terdiri dari 8 orang pria dan lima orang perempuan. Dari jumlah ini terdapat pula anak-anak.

13 WNA yang diamankan yakni Mushin Hassan (56), Bnyat Khdhir (7), Mond Khdhir (9), Abdulbaqi Abdulbaqi Hasan (37), Dlsher Khder (35), Ahmed Sdeek Omar (22), Zherwan Hussen (23) Beston Mohamd Ali (42).

Sementara imigran perempuan yakni Ilham Haji (39), Renas Gohdar Ali (32), Anahi Abdulbaqi Abdulbaqi (3), Rezhan Talih (23) dan Limas Disher, balita berusia satu tahun.

Kapolres Rote Ndao, AKBP I Nyoman Putra Sandita, SH SIK MH menyebutkan kalau 13 WNA asal Irak ini tidak memiliki dokumen.

“Selain mengamankan 13 imigran asal Irak, kita juga amankan tiga ABK kapal,” tandasnya.

Ketiga ABK kapal yang diamankan yakni Isro Pello (29) selaku nahkoda kapal serta dua ABK masing-masing Aris Djawa (28) dan Rayan Hidayat Gafur (30) yang merupakan warga desa Papela, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao.

Para imigran ini diangkut dengan kapal kayu bertuliskan ‘Rushani’ warna putih.

Warga melaporkan ke polisi di Polsek Rote Timur soal keberadaan kapal kayu yang membawa Warga Negara Asing (WNA) asal Irak berangkat dari Australia menuju Indonesia dan melintasi perairan laut Pantai Rote Selatan.

Kanit Intelkam Polsek Rote Timur dengan anggota Polres Rote Ndao menuju ke Pantai Masi Dae titik nol di Desa Dodaek, Kecamatan Rote Selatan Kabupaten Rote Ndao.

“Saat itu tim mendapati satu unit kapal berwarna putih dengan lis kuning bernama ‘Rushani’ serta didalamnya terdapat 3 orang ABK dan 13 Orang imigran,” tandas Kapolres Rote Ndao.

Setelah dilakukan pemeriksaan awal terhadap ABK dan para imigran, selanjutnya langsung dibawa ke Mapolres untuk diamankan.

“Saat ini ketiga orang ABK dan 13 orang Imigran telah diamankan oleh Polres Rote Ndao,” tambah Kapolres.

Dari pemeriksaan awal, ke-13 orang imigran yang diamankan tidak dapat menunjukan dokumen keimigrasian berupa Paspor maupun visa.

“13 orang imigran yang diamankan tidak dapat menunjukan dokumen keimigrasian berupa paspor maupun visa,” tandas Kapolres Rote Ndao.

Sementara kapal yang digunakan saat ini masih berada di pantai Masi Dae titik nol, Desa Dodaek, Kecamatan Rote Selatan dengan kondisi kapal setengah badan kapal karam.

Kapolres juga menjelaskan kalau sesuai penjelasan istri dari nahkoda Isro Pello, Nurhalima Ain (28) bahwa Isro diajak oleh Rayan Gafur untuk mengantar imigran.

Nurhalima sempat mendapat telepon dari Isro Pello dengan nomor telepon satelit yang mengabarkan kalau Isro dan rombongan imigran sudah tiba di Australia.

Tetapi Angkatan Laut Australia menggiring mereka kembali ke perairan Indonesia.

Isro juga meminta bantuan istri nya untuk mencari bantuan karena BBM sudah habis dan lokasinya 30 mil dari Batutua, Kabupaten Rote Ndao.

Namun pada Rabu siang sekitar pukul 13.25 wita, Isro Pello kembali menghubungi isterinya menyampaikan bahwa kapal sudah sandar di titik nol Kecamatan Rote selatan.

“Polisi kemudian mencari keberadaan para ABK, imigran dan kapal di titik nol Kecamatan Rote Selatan,” tambah Kapolres.

Tim Polres Rote Ndao juga sempat bertemu Irwan Malelak selaku pemilik kapal sehingga bersama pemilik kapal menuju Pantai Masi Dae, Desa Inaoe, Kecamatan Rote Selatan dan menemukan belasan imigran tersebut bersama ABK.

Polisi sudah mengamankan barang bukti satu buah kapal ukuran panjang sekitar 8 meter, lebar sekitar 4 meter, tinggi sekitar 5 meter dan bagian depan bagian kanan bertuliskan Rushani.

Selanjutnya, untuk imigran, pihak Polres Rote Ndao berkoordinasi dengan pihak imigrasi Kupang yang memiliki domain tersebut.

“sedangkan untuk ABK, penyidik Polres Rote Ndao sudah memeriksa mereka sebagai saksi terkait percobaan penyelundupan orang asing secara ilegal,” ujar Kapolres Rote Ndao.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News

Sponsor Pengiriman Imigran Kabur, Polisi Selidiki Dugaan Biaya Sewa Kapal Rp 50 Juta per ABK

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Imanuel Lodja
SHARE:
Tags
NTT
Berita Terkait
Anak Dibawah Umur Dicabuli Tetangganya, Polisi Naikkan ke Penyidikan

Anak Dibawah Umur Dicabuli Tetangganya, Polisi Naikkan ke Penyidikan

Polda NTT Beri Penghargaan Pada Anggota Polres Belu Dan Pegawai Bea Cukai

Polda NTT Beri Penghargaan Pada Anggota Polres Belu Dan Pegawai Bea Cukai

Ungkap Penyelundupan Rokok Ilegal Jaringan Internasional, Tim Gabungan Amankan Tiga WNA

Ungkap Penyelundupan Rokok Ilegal Jaringan Internasional, Tim Gabungan Amankan Tiga WNA

Kabur Dari Rumah, Pria di Kabupaten TTS-NTT Ditemukan Tewas Gantung Diri

Kabur Dari Rumah, Pria di Kabupaten TTS-NTT Ditemukan Tewas Gantung Diri

Satu Anggota Polres Sabu Raijua Dipecat

Satu Anggota Polres Sabu Raijua Dipecat

Kapolda NTT Ajak Wartawan dan Masyarakat Promosikan Destinasi Wisata Lokal di NTT

Kapolda NTT Ajak Wartawan dan Masyarakat Promosikan Destinasi Wisata Lokal di NTT

Komentar
Berita Terbaru