Rabu, 21 Februari 2024

Hari Bhayangkara ke-75: Prof Ibrahim Gultom, Polri Presisi, dan Pencegahan Pandemi Covid-19

Irwansyah Putra Nasution - Selasa, 29 Juni 2021 01:40 WIB
Hari Bhayangkara ke-75: Prof Ibrahim Gultom, Polri Presisi, dan Pencegahan Pandemi Covid-19

digtara.com – Hari Kamis, 1 Juli 2021, korps Bhayangkara a.k.a Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memasuki usia 75 tahun. Usia yang tidak muda lagi untuk ukuran manusia dan sebuah organisasi, tak terkecuali institusi Polri. Prof Ibrahim Gultom

Baca Juga:

Begitu Guru Besar Universitas Negeri Medan (Unimed) Prof Ibrahim Gultom mengawali penilaiannya jelang Hari Bhayangkara ke-75 yang mengusung tema “Transformasi Polri yang Presisi dalam Mendukung Percepatan Penanganan Covid-19 Untuk Masyarakat Sehat dan Pemulihan Ekonomi Nasional Menuju Indonesia Maju.”

“Tema ini sangat tepat karena sesuai dengan kondisi bangsa Indonesia yang sedang dilanda wabah Covid-19. Polri tentu harus berperan bukan saja dalam percepatan penanganan Covid-19, tetapi juga dalam hal pemulihan perekonomian nasional,” ungkap sang profesor dalam tulisannya yang sampai ke redaksi digtara.com, akhir pekan kemarin.

Guna mewujudkan kedua peran tersebut Polri telah memiliki strategi jitu sebagaimana tertuang dalam program transformasi Polri menuju presisi.

Polri Presisi

Presisi adalah sebuah konsep atau jargon yang dilontarkan oleh Kapolri Jendral Pol Listyo Sigit Prabowo untuk dijadikan sebagai pilar bagi peningkatan manajemen mutu Polri. Presisi yang dimaksud adalah prediktif, responsibilitas, transparansi dan berkeadilan.

Keempat unsur tersebut menjadi rujukan bagi setiap anggota atau satuan kerja Polri dalam menjalankan tugas agar kinerja Polri dapat lebih maksimal.

Jika dilihat dalam kamus, kata presisi itu sendiri bermakna ketepatan dan ketelitian. Maka sangat relevan program yang dibangun dari konsep presisi ini karena bermuara pada ketepatan dan ketelitian baik dari dimensi nilai maupun ukuran.

“Misalkan kita menyebut presisi yang meliputi prediktif, responsibilitas, tranparansi dan berkeadilan tentu akhirnya dilihat dari segi tingkat akurasi hasil dan nilai yang terukur,” tulisnya.

Penanganan Pandemi

Dalam konteks kekinian khususnya guna pencegahan pandemi Covid-19 di seluruh Indonesia, Polri telah tampil di garda terdepan mensukseskan upaya pemerintah dalam pencegahan wabah virus corona. Polri tetap setia pada sumpah dan jabatan yang memberikan perlindungan kepada manyarakat agar terhindar dari ancaman bahaya penularan Covid-19.

Lihatlah, jelas Prof Gultom, betapa Polri dengan sigapnya mengkampanyekan prototokol kesehatan yang standar agar masyarakat selalu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak sesuai dengan petunjuk gugus tugas Covid-19.

Di samping itu Polri telah menunjukkan keteladanan dalam mematuhi protokol kesehatan karena dengan keteladanan itu anggota masyarakat mau tak mau dipaksa atau paling tidak merasa enggan untuk tidak mematuhi protokol kesehatan.

Sesuai dengan tugasnya, Polri tidak henti-hentinya mengadakan razia di suatu tempat kerumunan dengan maksud agar terputus mata rantai penularan Covid-19. Tidak jarang pula harus beradu mulut alias bertengkar di lapangan hanya karena anggota masyarakat tidak memahami betapa perlunya mematuhi protokol kesehatan.
“Syukurlah petugas Polri tetap bersabar mengontrol aktivitas masyarakat di masa pandemi ini. Tanpa kehadiran Polri mungkin penyebaran Covid-19 belum bisa dibendung bahkan penyebarannya akan merajalela di mana-mana,” ulas Prof Ibrahim Gultom.

Sektor Pemulihan Ekonomi

Prof Gultom juga menilai Polri berperan besar dalam hal pemulihan ekonomi dan mengontrol roda perekonomian. Mulai dari mengawasi para pelaku ekonomi hingga tengkulak agar jangan memanfaatkan situasi pandemi yang dapat merugikan masyarakat, misalnya menaikkan harga sembilan bahan pokok yang berlebihan.

Khusus di Polda Sumatera Utara di bawah kepemimpinan Irjen Pol Panca Putra Simajuntak, kinerja aparat sangat baik. Mulai dari pengungkapan praktik daur ulang alat rapid tes di Bandara Kualanamu, hingga memproses oknum yang memperjualbelikan vaksin secara ilegal kepada masyarakat.

Semua tugas yang dijalankan Polri khususnya dalan penanganan Covid-19, jelas Prof Gultom, tiada lain bertujuan untuk mencegah penyebaran Covid-19 agar jangan semakin parah. Selain itu, mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pada sedia kala di samping tugas utama memelihara keamanan dan ketertiban, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman kepada masyarakat.

“Saya mengucapkan Dirgahayu Polri yang ke-75. Semoga institusi Polri makin berjaya di bawah jargon dan konsep presisi pada masa mendatang dan kiprahnya semakin dicintai masyarakat,” tutur Prof Gultom mengakhiri.

Saksikan video-video terbaru lainnya hanya di Channel Youtube TVDigtara. Jangan lupa, like comment and Subscribe

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Irwansyah Putra Nasution
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Komentar
Berita Terbaru