Sekilas Syekh Subakir, Pembuka Pintu Gerbang Dakwah di Tanah Jawa
digtara.com – Jauh sebelum wali songo meng-islamkan Pulau Jawa, Syekh Subakir menjadi sosok perintisnya.
Baca Juga:
Syekh Subakir menurut cerita para leluhur, merupakan seorang warga Persia yang diutus oleh Sultan Muhammad Fatih menyebarkan Agama Islam di bumi Jawa.
Syekh Subakir datang dengan menggunakan kapal besar dan singgah pertama kali di Tanjung Awar-Awar, Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Tuban.
“Pertama kali ya di sini. Beliau tiba di Pulau Jawa untuk menyebarkan ajaran Islam. Karena sebelumnya banyak utusan dari Istambul Turki yang gagal karena angkernya tanah Jawa,” tutur Darkum di komplek makam melansir detikcom, Minggu (2/5/2021).
Makam waliyullah Syekh Subakir berada di 22 kilometer barat kota Tuban yang tak jauh dari pesisir pantai laut utara.
Namun Syekh Subakir lebih banyak diceritakan sisi mistis dan kesaktiannya. Bukan tentang bagaimana ia menyiarkan Islam.
Diceritakan oleh sang juru kunci, Pulau Jawa dahulu masih hutan belantara. Bahkan antara manusia, jin dan setan itu perbandingannya manusianya sedikit.
Dalam perjalanannya berdakwah di Pulau Jawa, Syekh Subakir melakukan dakwah di daerah Magelang Jawa Tengah, dan menjadikan Gunung Tidar sebagai pesantrennya.
“Gunung Tidar itu pusernya Pulau Jawa. Sehingga pusaka Syekh Subakir ditancapkan di atas Gunung Tidar sehingga banyak jin setan kepanasan dan mati setelah tanah Jawa dipakubumi oleh kanjeng Subakir,” imbuh Darkum.
Karena saking panasnya bumi Jawa, Sabdo Palon yang selama kurang lebih 9.000 tahun bertapa di gunung akhirnya keluar karena terusik. Dia melawan adu kesaktian dengan Syekh Subakir selama 40 hari 40 malam hingga Sabdo Palon kalah dan akhirnya munculah perjanjian dengan Syekh Subakir.
Kesaktian waliyullah Subakir terkenal dengan ahli memasang tumbal atau jimat. Wali yang termasuk rijalul gaib ini sangat dikenal sebagai wali keramat karena keberhasilannya mensucikan sejumlah tempat di Jawa agar kelak bisa dihuni oleh umat Islam.
Kisah kesaktian Subakir membuatnya menjadi terkenal dan masyarakat sangat fanatik terhadapnya. Karena kefanatikan itu bisa mengganggu ketauhidan masyarakat Jawa, Syekh Subakir diceritakan memutuskan kembali ke Persia pada tahun 1462 M.
“Informasinya simpang siur. Namun kabar beliau kembali ke negaranya itu mungkin benar. Jadi yang disini itu petilasan atau tinggalan jejak syiar Islam beliau di Blitar. Karenanya di Tuban juga ada makan Syech Subakir, Magelang juga ada,” kata Humas Kemenag Kabupaten Blitar, Jamil Mashadi kepada detikcom, Kamis (22/4/2021).
Sementara pemerhati sejarah, Ferry Riyandika juga menilai, yang di Penataran itu bukan makam Syech Subakir. Melainkan hanya petilasan atau jejak bahwa Syech Subakir pernah syiar Islam sampai ke daerah Nglegok.
Seperti juga petilasannya di Gunung Tidar Magelang yang oleh masyarakat awam jamak disebut makam Syech Subakir.
Pada hari biasa dan Ramadhan, makam Syekh Subakir di Tuban tak pernah sepi bagi para peziarah yang ingin ngalap berkah.
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat
Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS
Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya
Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia
Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur