Senin, 23 Februari 2026

BNPT Geos to Campus. Komjen Pol (Purn) Eddy Hartono: Penyebaran Paham Radikal Dominan Lewat Digital

BNPT-FKPT Jateng Goes to UIN Walisongo Semarang
Ahsan Fauzi - Jumat, 24 Oktober 2025 07:28 WIB
BNPT Geos to Campus. Komjen Pol (Purn) Eddy Hartono: Penyebaran Paham Radikal Dominan Lewat Digital
Ahsan Fauzi
Kepala BNPT, Komjen Pol (Purn) Eddy Hartono saat menyampaikan materi dialog kebangsaan di gedung teater kampus III UIN Walisongo Semarang, Kamis (23/10/2025).
digtara.com - Kecanggihan teknologi bisa digunakan hal positif dan juga sebaliknya, tergantung siapa pemakainya. Di tangan orang baik, teknologi digital atau media sosial bisa untuk hal-hal yang bermanfaat, namun di tangan orang-orang yang jahat medsos justru digunakan untuk hal-hal yang bisa membawa hal-hal mudarat, bahkan bisa mengancam eksistensi bangsa ini.

Terkait penyebaran paham radikal, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut penyebaran paham radikal sekarang ini didominasi melalui ruang digital atau media sosial. Rekrutmen anggota (yang terpapar) banyak dilakukan melalui media sosial. Dengan demikian perlu adanya edukasi kepada generasi muda.

Baca Juga:

"Jadi rekrutmen tadi melalui sosial media, jangan salahkan pesantrennya. Maka yang kita antisipasi saat ini adalah radikalisasi di ruang digital," ucap Kepala BNPT, Komjen Pol (Purn) Eddy Hartono usai kegiatan Penguatan Kampus Kebangsaan "Jaga Kampus Kita" di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang melalui Forum Komunikasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah Tahun Anggaran 2025 di ruang Teaterikal Rektorat Kampus III UIN Walosongo Semarang, Kamis (23/10/2025).

Kegiatan ini juga menjadi upaya pencegahan penyebaran paham radikalisme secara konvensional maupun digital bagi mahasiswa. Eddy mengatakan, Tri Dharma perguruan tinggi perlu menjadi pegangan mahasiswa agar tidak terpapar paham radikal.

"Dalam penyuluhan kebangsaan kami hadirkan credible voice yaitu mantan jaringan yang pernah terlibat dalam terorisme. Apa yang disampaikan dan dirasakan menjadi pembelajaran kepada generasi muda, jangan sampai terpapar," ujar Eddy

Dalam pencegahan penyebaran radikalisme, lanjut dia, BNPT menggandeng pihak kampus untuk melakukan kajian dasar seseorang bisa terpapar radikalisme. "Jadi, kajian terorisme ini sebagai salah satu bentuk dari kesiapsiagaan nasional," kata Eddy.

"Mahasiswa ini calon-calon generasi penerus masa depan. Perlu dijaga, perlu dibina, sehingga ke depan mereka siap untuk memimpin bangsa Indonesia," ujarnya.

Dekan Fakultas Kedokteran UIN Walisongo, Dr dr Sugeng Ibrahim menegaskan, pencegahan paham radikalisme menjadi suatu hal yang sangat penting. Kalangan mahasiswa memiliki pemikiran yang kritis dengan wawasan dan pengetahuan yang tinggi.

"Jadi, kita punya kurikulum kewarganegaraan, mata kuliah kewiraan, kewalisongonan. Bisa dilakukan integrasi dari program negara untuk pencegahan terorisme sehingga konteksnya sangat erat dan menjaga negeri menjadi kewajiban kita semua," ucapnya

Sementara itu, Rektor UIN Walisongo Prof. Dr. H. Nizar, M.Ag., dalam sambutannya di awal juga mengajak seluruh mahasiawa untuk menjaga UIN dari faham radikalisme. "Siap ya untuk jaga UIN dari radikalisme?," ajaknya.

Rektor mengatakan, sebenarnya terorisme lahir dari cara pandang yang salah. "Sebenarnya lahirnya terorisme bisa berangkat dari teori pendidikan, yaitu cara pandang dari pengetahuan, sikap dan keterampilan atau kognifi, afeksi, dan perilaku. Kalau cara itu pandangnya moderat maka dipastikan dia moderat. Ketika cara pandang salah, sikapnya salah, dan perilakunya salah," lanjut dia.

Berbeda cara pandang itu tidak masalah, lanjutnya, dibolehkan dalam agama, tapi kalau orang yang tidak menghargai perbedaan cara pandang akan cenderung radikal. "Cara pandang yang ekstrem itu menafikan kemanusiaan," katanya.

Dalam dialog kebangsaan ini, hadir pula Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradilaisasi BNPT Mayjen TNI Sudaryanto, S.E., M. Han., Direktur Pencegahan BNPT Prof. Dr. Irfan Idris, M.A., Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT Dr. Harianto, SPd., M.Pd., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kerjasama, dan Alumni UIN Walisongo Dr. H. A.Hasan Asy'ari Ulama'i, M.Ag., Dekan Fakultas Kedokteran UIN Walisongo dr.Sugeng Ibrahim, M.Biomed, AAM., Ketua FKPT Jateng Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., dosen dan 600 mahasiswa UIN Walisongo. (San).

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Dosen dan Mahasiswa Undana Dilarang Bertemu di Rumah

Dosen dan Mahasiswa Undana Dilarang Bertemu di Rumah

UIN Walisongo Raih Collaborative Award 2026 dari Pemprov Jateng pada Momen Satu Tahun Kepemimpinan Luthfi-Yasin

UIN Walisongo Raih Collaborative Award 2026 dari Pemprov Jateng pada Momen Satu Tahun Kepemimpinan Luthfi-Yasin

Unjukrasa di Kantor Gubernur dan Polda Sumut, BEM SI Desak Robohkan Diskotek Blue Night

Unjukrasa di Kantor Gubernur dan Polda Sumut, BEM SI Desak Robohkan Diskotek Blue Night

Demo Mahasiswa di Kupang Tolak KUHP Baru dan Pilkada Tak Langsung

Demo Mahasiswa di Kupang Tolak KUHP Baru dan Pilkada Tak Langsung

Densus 88 Anti Teror Sosialisasikan Pencegahan Intoleransi dan Terorisme kepada Pelajar

Densus 88 Anti Teror Sosialisasikan Pencegahan Intoleransi dan Terorisme kepada Pelajar

Unisvet Semarang Dorong Kegiatan Kemahasiswaan. Wakil Rektor III Unisvet: Media untuk Mengembangkan Karakter, Kepemimpinan, dan Kepedulian Sosial

Unisvet Semarang Dorong Kegiatan Kemahasiswaan. Wakil Rektor III Unisvet: Media untuk Mengembangkan Karakter, Kepemimpinan, dan Kepedulian Sosial

Komentar
Berita Terbaru