Bahlil: Izin Operasi Sumur Minyak Rakyat Terbit Paling Lambat November 2025
Arie - Jumat, 17 Oktober 2025 06:30 WIB
suara.com
Bahlil: Izin Operasi Sumur Minyak Rakyat Terbit Paling Lambat November 2025
Dengan kebijakan baru ini, mereka bisa bekerja dengan tenang, memperoleh pendapatan lebih layak, dan terbebas dari ancaman kriminalisasi.
Baca Juga:
"Selama ini kami hanya ingin bekerja jujur, bukan mencuri. Dengan aturan baru, kami bisa hidup tenang dan bangga jadi bagian dari pembangunan energi," ujar Mardiansyah (37), pekerja sumur rakyat di Keluang, Muba.
Selain membuka lapangan kerja, keberadaan koperasi minyak rakyat diharapkan memicu efek ekonomi berantai, seperti tumbuhnya bengkel peralatan, jasa transportasi minyak, hingga warung makan di sekitar lokasi pengeboran.
Bahlil menegaskan, kebijakan legalisasi ini mencerminkan komitmen pemerintah membangun energi yang adil, inklusif, dan berkelanjutan.
Pemerintah daerah diberi peran besar dalam pengawasan, sementara masyarakat menjadi pelaku utama di lapangan.
Baca Juga:
"Sumur rakyat bukan lagi masalah. Ini justru solusi menuju energi berkeadilan," pungkas Bahlil.
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Bahlil Tegaskan BBM Subsidi Tidak Naik! Harga Pertamax Turun Jadi Rp15.950 per Liter
Pertamina Jelaskan Soal Stok BBM 20 Hari: Bukan Hanya Cukup 20 Hari, Tapi Bisa Hadapi Lonjakan Konsumsi
224 Desa di Aceh Belum Teraliri Listrik Pascabencana
Khawatir Akan Merusak Ekosistem Alam di Gunung Lawu, Politikus Partai Demokrat Asrar Tolak Proyek Geothermal
Kementerian ESDM Sebut Pertamax Green 95 Sudah Gunakan Etanol 5 Persen
Angin Segar! Sumur Minyak Rakyat Kini Bisa Beroperasi Secara Legal, Ini Syaratnya
Komentar
Berita Terbaru
Satu WNA Ditemukan Selamat, Tiga Penyelam Masih Dalam Pencarian
Kaget Ada Gempa, Lansia Perempuan di Sumba Barat Daya Meninggal Dunia
Tiga WNA dan Satu Tour Guide Belum Muncul Usai Menyelam, SAR Gabungan Turunkan Tim
Walau Ada 62 Gempa Susulan di Sumba Barat Daya Namun Tidak Berpotensi Tsunami
Polres Sumba Barat Daya Bekuk Satu Pelaku Penyerangan Hingga Korban Meninggal Dunia
Diduga Pembagian Hasil Ritual Adat Masuk Rumah Tidak Merata, Warga Sumba Barat Daya Meregang Nyawa di Tangan Kerabatnya
Fatayat NU Rembang Latih Kader Jadi Paralegal untuk Dampingi Korban Kekerasan