Minggu, 01 Maret 2026

Musim Hujan 2025-2026 Datang Lebih Awal, BMKG Ingatkan Risiko Banjir

Arie - Jumat, 03 Oktober 2025 09:00 WIB
Musim Hujan 2025-2026 Datang Lebih Awal, BMKG Ingatkan Risiko Banjir
suara.com
Musim Hujan 2025-2026 Datang Lebih Awal, BMKG Ingatkan Risiko Banjir

digtara.com -Indonesia mulai memasuki masa transisi dari kemarau menuju musim hujan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi, terutama banjir, sepanjang bulan Oktober.

Baca Juga:

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menyebut musim hujan tahun ini diprediksi datang lebih awal di sebagian besar wilayah Indonesia.

"Dikhawatirkan dan sangat mungkin potensi kejadian bencana itu akan hampir sepanjang bulan," ujarnya, Rabu (1/10/2025).

Musim Hujan Datang Lebih Cepat

Baca Juga:
Menurut BMKG, sebagian wilayah Sumatra dan Kalimantan sudah memasuki musim hujan sebelum September 2025. Sementara itu, sekitar 47,6% Zona Musim (ZOM) di Indonesia akan memasuki musim hujan pada periode September–November 2025, bergerak bertahap ke wilayah selatan dan timur.

Puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada:

- November–Desember 2025: Wilayah barat Indonesia (Sumatra dan Kalimantan).

- Januari–Februari 2026: Wilayah selatan dan timur Indonesia (Jawa, Sulawesi, Maluku, Papua).

Secara keseluruhan, musim hujan 2025/2026 diperkirakan lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Pengaruh Iklim Global

Baca Juga:
BMKG menjelaskan, fenomena iklim global turut memengaruhi kondisi cuaca Tanah Air.

ENSO diprediksi tetap Netral sepanjang 2025, namun sebagian model iklim menunjukkan potensi La Niña lemah menjelang akhir tahun, yang bisa menambah curah hujan.

Indian Ocean Dipole (IOD) saat ini berada pada fase Negatif dan diperkirakan bertahan hingga November 2025, sehingga berpotensi memperkuat intensitas hujan di Indonesia.

Imbauan BMKG

Meski sifat musim hujan secara umum berada pada kategori Normal, BMKG menekankan perlunya kesiapsiagaan pemerintah daerah dan masyarakat menghadapi risiko banjir dan longsor.

"Pemerintah daerah diimbau menyiapkan langkah mitigasi, sementara masyarakat diharapkan aktif memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari kanal resmi BMKG," tegas Dwikorita.

Baca Juga:

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Hingga Akhir Februari, NTT Masih Rawan Dilanda Bibit Siklon Tropis

Hingga Akhir Februari, NTT Masih Rawan Dilanda Bibit Siklon Tropis

Siklon Luana Berdampak Pada Cuaca Ekstrem di NTT

Siklon Luana Berdampak Pada Cuaca Ekstrem di NTT

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di NTT 17–19 Januari 2026

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di NTT 17–19 Januari 2026

Begini Sikap Gubernur NTT Terkait Tenggelamnya Kapal Wisata di Labuan Bajo

Begini Sikap Gubernur NTT Terkait Tenggelamnya Kapal Wisata di Labuan Bajo

BMKG Umumkan Siklon Tropis Grant di Samudra Hindia, Picu Gelombang Tinggi di Selatan Indonesia

BMKG Umumkan Siklon Tropis Grant di Samudra Hindia, Picu Gelombang Tinggi di Selatan Indonesia

Masyarakat NTT Diminta Waspadai Cuaca Ekstrem

Masyarakat NTT Diminta Waspadai Cuaca Ekstrem

Komentar
Berita Terbaru