Musim Hujan 2025-2026 Datang Lebih Awal, BMKG Ingatkan Risiko Banjir
digtara.com -Indonesia mulai memasuki masa transisi dari kemarau menuju musim hujan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi, terutama banjir, sepanjang bulan Oktober.
Baca Juga:
"Dikhawatirkan dan sangat mungkin potensi kejadian bencana itu akan hampir sepanjang bulan," ujarnya, Rabu (1/10/2025).
Musim Hujan Datang Lebih Cepat
Baca Juga:Menurut BMKG, sebagian wilayah Sumatra dan Kalimantan sudah memasuki musim hujan sebelum September 2025. Sementara itu, sekitar 47,6% Zona Musim (ZOM) di Indonesia akan memasuki musim hujan pada periode September–November 2025, bergerak bertahap ke wilayah selatan dan timur.
Puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada:
- November–Desember 2025: Wilayah barat Indonesia (Sumatra dan Kalimantan).
Secara keseluruhan, musim hujan 2025/2026 diperkirakan lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Pengaruh Iklim Global
Baca Juga:BMKG menjelaskan, fenomena iklim global turut memengaruhi kondisi cuaca Tanah Air.
ENSO diprediksi tetap Netral sepanjang 2025, namun sebagian model iklim menunjukkan potensi La Niña lemah menjelang akhir tahun, yang bisa menambah curah hujan.
Indian Ocean Dipole (IOD) saat ini berada pada fase Negatif dan diperkirakan bertahan hingga November 2025, sehingga berpotensi memperkuat intensitas hujan di Indonesia.
Hingga Akhir Februari, NTT Masih Rawan Dilanda Bibit Siklon Tropis
Siklon Luana Berdampak Pada Cuaca Ekstrem di NTT
BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di NTT 17–19 Januari 2026
Begini Sikap Gubernur NTT Terkait Tenggelamnya Kapal Wisata di Labuan Bajo
BMKG Umumkan Siklon Tropis Grant di Samudra Hindia, Picu Gelombang Tinggi di Selatan Indonesia