Rabu, 29 Juli 2026

Prajurit TNI Tewaskan Komandan OPM Enos Tipagau di Intan Jaya

Arie - Minggu, 06 Juli 2025 08:54 WIB
Prajurit TNI Tewaskan Komandan OPM Enos Tipagau di Intan Jaya
ist
Prajurit TNI Tewaskan Komandan OPM Enos Tipagau di Intan Jaya

digtara.com - Satuan gabungan TNI berhasil melumpuhkan salah satu tokoh penting Organisasi Papua Merdeka (OPM), Enos Tipagau, dalam operasi militer terukur yang dilaksanakan pada Sabtu dini hari, 5 Juli 2025, di Kampung Baitapa, Distrik Baitapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.

Baca Juga:

Enos Tipagau diketahui menjabat sebagai Komandan Batalyon Kodap VIII Soanggama, kelompok separatis bersenjata yang terlibat dalam berbagai aksi kekerasan di wilayah Intan Jaya.

Operasi Berdasarkan Informasi Masyarakat

Kapuspen TNI Mayjen TNI Kristomei Sianturi menjelaskan bahwa operasi bermula dari laporan masyarakat tentang pergerakan kelompok separatis di wilayah tersebut. Aparat TNI lalu melakukan pengejaran menuju wilayah ketinggian yang diduga menjadi jalur pelarian kelompok tersebut.

"Pada pukul 07.16 WIT, prajurit TNI berhasil melakukan tindakan tegas dan terukur terhadap target. Enos Tipagau dinyatakan tewas di lokasi tanpa ada korban dari pihak TNI maupun warga sipil," ujar Kristomei dari Mabes TNI Cilangkap, Jakarta.

Catatan Kekerasan Enos Tipagau

Enos Tipagau disebut sebagai dalang dari sejumlah aksi teror di Intan Jaya, termasuk penembakan terhadap warga sipil—mulai dari petani, pekerja proyek, hingga tokoh agama.

Ia juga disebut memerintahkan pembakaran rumah penduduk, honai adat, sekolah, hingga puskesmas.

Kelompoknya diketahui sering menyandera tenaga kerja infrastruktur dan menjadikan mereka sebagai tameng hidup.

"Tindak kekerasan mereka tidak hanya menebar teror, tetapi juga merusak masa depan masyarakat Papua," tegas Kapuspen TNI.

Barang Bukti dan Dampak Operasi

Dalam operasi tersebut, TNI menyita sejumlah barang bukti, antara lain:

- Enam anak panah dan satu busur

- Dua unit ponsel

- Satu speaker, satu kalung, satu noken

- Satu bendera Bintang Kejora

Kapuspen TNI menyebut keberhasilan ini menjadi momentum penting dalam melemahkan kekuatan Kodap VIII Soanggama, sekaligus membuka ruang bagi perdamaian dan percepatan pembangunan di Papua.

Komitmen Perlindungan Sipil dan Ruang Rekonsiliasi

TNI menegaskan bahwa setiap operasi di Papua dilaksanakan dengan prinsip legalitas, kehati-hatian, dan perlindungan maksimal terhadap masyarakat sipil.

"Kami menyambut dengan tangan terbuka apabila ada anggota OPM yang ingin kembali ke pangkuan NKRI dan membangun Papua bersama," ujar Kristomei. [rel]

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Istri Di Manggarai Timur Berzinah Saat Suami Ke Papua, Keluarga Sepakat Selesaikan Secara Kekeluargaan

Istri Di Manggarai Timur Berzinah Saat Suami Ke Papua, Keluarga Sepakat Selesaikan Secara Kekeluargaan

Empat Penganiaya Prada Lucky Hingga Tewas Dipecat, 18 Lainnya Lolos dari PTDH

Empat Penganiaya Prada Lucky Hingga Tewas Dipecat, 18 Lainnya Lolos dari PTDH

Satgas PRR Kawal Pembangunan Jembatan Permanen untuk Pulihkan Akses Warga Simalungun

Satgas PRR Kawal Pembangunan Jembatan Permanen untuk Pulihkan Akses Warga Simalungun

Kapolda NTT-Danrem 161/Wira Sakti Dan Kajati NTT Perkuat Sinergi Lewat Coffee Morning Di Makorem

Kapolda NTT-Danrem 161/Wira Sakti Dan Kajati NTT Perkuat Sinergi Lewat Coffee Morning Di Makorem

Viral Dugaan Oknum TNI Terlibat Pencurian Sapi di Labuhanbatu, Dandim: Masih Tahap Penyelidikan

Viral Dugaan Oknum TNI Terlibat Pencurian Sapi di Labuhanbatu, Dandim: Masih Tahap Penyelidikan

Identitas Korban Ledakan Bom di Biak Masih Didalami, Tim DVI Lakukan Pemeriksaan DNA

Identitas Korban Ledakan Bom di Biak Masih Didalami, Tim DVI Lakukan Pemeriksaan DNA

Komentar
Berita Terbaru