Sabtu, 26 September 2026

Muhammadiyah Mulai Puasa Hari Ini, Begini Tanggapan Menag Yaqut Soal Beda Awal Ramadan

Arie - Senin, 11 Maret 2024 15:45 WIB
Muhammadiyah Mulai Puasa Hari Ini, Begini Tanggapan Menag Yaqut Soal Beda Awal Ramadan
net
Ilustrasi.

digtara.com - Senin (11/3/2024) ummat Muhammadiyah sudah mulai menjalankan ibadah puasa 2024. Di mana sebelumnya, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah sudah menetapkan, bahwa 1 Ramadan 1445 Hijriah jatuh pada Senin 11 Maret 2024.

Baca Juga:

Hal itu berbeda dengan keputusan pemerintah yang menetapkan 1 Ramadhan 1445 Hijriah jatuh pada Selasa, 12 Maret 2024. Begitu pula dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama yang menetapkan awal puasa pada hari Selasa.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, perbedaan dalam penentuan awal Ramadan merupakan hal yang lumrah dan tetap harus saling menghormati serta menjunjung nilai toleransi.

"Ada beberapa perbedaan dan itu lumrah saja. Namun kita harus tetap saling menghormati dan menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi sehingga tercipta suasana yang kondusif," ujar Menag Yaqut sebagaimana dilansir Antara, Minggu (10/3/2024).

Menag mengajak umat Islam untuk menjadikan momentum Ramadan ini untuk saling mengintrospeksi diri sendiri, memperbanyak ibadah, dan kembali bergandengan tangan pascakontestasi politik.

"Perjuangan politik, biarkan berlalu, mari kita berjuang meraih fitri," katanya.

Sementara itu, Ketua MUI Abdullah Zaidi mengajak agar saling menghormati akan perbedaan penentuan awal Ramadan. Masyarakat tak perlu membesar-besarkan masalah ini, justru harus menjadi perekat persaudaraan dan persatuan.

"Yang terpenting tingkatkan kesalehan kita, dengan kepedulian sosial kita kepada saudara-saudara kita yang memerlukan uluran tangan kita," katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi VIII RI Ashabul Kahfi mengatakan perbedaan penentuan awal Ramadan menunjukkan kekayaan dan dinamika dalam pemahaman terhadap ilmu falak dan metode hisab yang digunakan.

"Sidang isbat momen penting bagi kita untuk bersama-sama menentukan awal bulan Ramadhan. Ini waktu di mana kita dituntut memperhatikan perbedaan pendapat yang ada sambil tetap mempertahankan semangat persatuan dan persaudaraan," kata dia.

Menurutnya, Ramadan bukan hanya tentang menentukan tanggal, tetapi mempersiapkan diri untuk bulan penuh berkah dalam meningkatkan takwa, kesabaran, dan keikhlasan.

"Semangat Ramadan harus tetap hidup tidak peduli tanggal dimulainya. Oleh karena itu, saya mengajak semua pihak untuk terus berdialog dan berdiskusi demi mencapai pemahaman bersama yang akan membawa kita pada persatuan dan kebersamaan umat Islam," katanya.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Jateng Naik ke Peringkat Kedua MTQ Nasional, Kaltim Juara Umum

Jateng Naik ke Peringkat Kedua MTQ Nasional, Kaltim Juara Umum

MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang Jateng Resmi Dibuka, Pesan Damai Dipancarkan ke Seluruh Indonesia

MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang Jateng Resmi Dibuka, Pesan Damai Dipancarkan ke Seluruh Indonesia

Menag Saksikan Pelantikan Pengurus PW JQHNU Jawa Tengah Masa Khidmah 2026-2031 di Kampus Unissula

Menag Saksikan Pelantikan Pengurus PW JQHNU Jawa Tengah Masa Khidmah 2026-2031 di Kampus Unissula

YBWSA Siapkan Apresiasi Umrah bagi Penghafal Al-Qur’an di Khataman Akbar JQHNU

YBWSA Siapkan Apresiasi Umrah bagi Penghafal Al-Qur’an di Khataman Akbar JQHNU

Menag Nasaruddin Umar: Semarak MTQ Harus Diiringi Pendalaman Al-Qur’an

Menag Nasaruddin Umar: Semarak MTQ Harus Diiringi Pendalaman Al-Qur’an

Jelang MTQ Nasional XXXI, Iswar Ajak Warga Semarang Sambut Kafilah dengan Ramah

Jelang MTQ Nasional XXXI, Iswar Ajak Warga Semarang Sambut Kafilah dengan Ramah

Komentar
Berita Terbaru