Rabu, 14 Januari 2026

Pol PP NTT Diduga Aniaya Istrinya dengan Benda Tumpul hingga Tewas

Imanuel Lodja - Selasa, 13 Agustus 2024 08:02 WIB
Pol PP NTT Diduga Aniaya Istrinya dengan Benda Tumpul hingga Tewas
istimewa
Pol PP NTT Diduga Aniaya Istrinya dengan Benda Tumpul hingga Tewas

digtara.com - Polisi dari Polresta Kupang Kota sudah mengamankan Albert Solo, Aparatur SIpil Negara (ASN) pada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi NTT sejak Senin (12/8/2024) malam.

Baca Juga:

Albert (52) yang juga kepala seksi Hubungan Kelembagaan pada Bidang Trantibum kantor Satpol PP Provinsi NTT menganiaya istrinya Josefina Maria Mey pada Sabtu (10/8/2024) petang hingga sekarat dan meninggal dunia pada Senin (12/8/2024).

Pihak kepolisian pun menyebutkan kalau penyebab kematian korban karena dianiaya menggunakan benda tumpul.

Korban dianiaya di rumahnya di Kelurahan Naimata, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (10/8/2024) malam.

"Secara kasat mata ada indikasi korban dianiaya dengan benda tumpul tetapi kami akan pastikan lagi melalui visum," ungkap Kapolresta Kupang Kota, Kombes Aldinan Manurung saat diwawancarai di Rumah Sakit Umum (RSU) Leona Kupang, Senin (12/8/2024) malam.

Aldinan mengatakan polisi juga sudah meminta keterangan sementara dari beberapa saksi, termasuk menunggu pembuatan laporan polisi dari keluarga korban. Polisi, Aldinan berujar, akan melakukan penyelidikan secara mendalam.

"Kami juga akan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi di rumah korban dengan harapan kasus ini terungkap secara terang benderang," jelas Aldinan.

Jenazah Josefina Maria Mey kemudian dibawa dari rumah sakit Leona Kupang ke Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) Titus Uly Kupang untuk visum dan otopsi.

Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Nusa Tenggara Timur (NTT), Albert Solo menganiaya istrinya, Josefina Maria Mey, hingga tewas pada Sabtu (10/8/2024) malam.

Korban Maria tewas pada Senin (12/8/2024) sore di Rumah Sakit Umum (RSU) Leona, Kota Kupang, NTT.

Ia sempat menjalani perawatan di rumah sakit swasta di Kota Kupang itu setelah diantar oleh tetangganya lantaran sudah tak sadarkan diri.

Penganiayaan ini berawal saat korban pulang diantar tukang ojek. Korban baru selesai mengikuti rapat bersama Komisi V DPRD NTT membahas Perubahan KUA PPAS APBD TA 2024.

Saat tiba di rumah, ia disambut pelaku yang diduga dalam keadaan mabuk miras. Pelaku langsung menganiaya korban berulang kali hingga korban tidak sadarkan diri.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Polres Sumba Timur dan Sumba Barat Daya Ungkap Sindikat Curanmor Antar Kabupaten

Polres Sumba Timur dan Sumba Barat Daya Ungkap Sindikat Curanmor Antar Kabupaten

Pingsan Saat Berkendara, Penumpang Sepeda Motor di Kupang Ditolong Polantas ke Rumah Sakit

Pingsan Saat Berkendara, Penumpang Sepeda Motor di Kupang Ditolong Polantas ke Rumah Sakit

Di Masa Kepemimpinan AKBP Mirzal Maulana, Korban Penganiaya Miftahul Jannah Berharap Pelaku Dewi Segera Diproses

Di Masa Kepemimpinan AKBP Mirzal Maulana, Korban Penganiaya Miftahul Jannah Berharap Pelaku Dewi Segera Diproses

Terima 984 Laporan Polisi Selama Tahun 2025, Polres TTS Tuntaskan 55 Persen Kasus

Terima 984 Laporan Polisi Selama Tahun 2025, Polres TTS Tuntaskan 55 Persen Kasus

NTT Jadi Lumbung Jagung Nasional, Kapolda NTT Pimpin Panen Raya Jagung Kuartal IV 2025

NTT Jadi Lumbung Jagung Nasional, Kapolda NTT Pimpin Panen Raya Jagung Kuartal IV 2025

Dugaan Kekerasan Warga dan Anggota Polisi Diselesaikan Secara Damai

Dugaan Kekerasan Warga dan Anggota Polisi Diselesaikan Secara Damai

Komentar
Berita Terbaru