Polisi Tahan Ibu Rumah Tangga Pelaku Buang Potongan Bayi
Imanuel Lodja - Sabtu, 27 Januari 2024 13:58 WIB
ist
Polisi Tahan Ibu Rumah Tangga Pelaku Buang Potongan Bayi
Baca Juga:
LK mengakui kalau ia menarik keluar kepala bayi dan mengambil pisau cutter untuk memotong placenta/ari-ari dan tali pusar bayi.
LK berkilah kalau ia tidak jadi menggunakan pisau cutter karena saat bayi keluar sudah diikuti dengan placenta dan tali pusar.
"Agar (proses persalinan) tidak diketahui oleh orang tua, LK menyumbat mulut bayi tersebut dengan tangan," tambah Kapolsek.
LK kemudian mengaku menyumbat mulut bayi berjenis kelamin perempuan tersebut menggunakan kantong plastik warna hitam.
LK pun memasukan bayi ke dalam kantong plastik, dan mengambil air yang sudah dicampurkan deterjen untuk membersihkan sisa darah yang ada di lantai.
Keesokan harinya, Rabu (23/1/2024) pagi sekira pukul 06.00 wita, LK membawa bayi yang sudah dimasukkan ke kantong plastik warna hitam untuk dibuang ke hutan yang berjarak kurang lebih 150 meter dari rumah LK.
LK mengaku kalau saat itu bayi tersebut sudah dalam keadaan meninggal dunia.
LK berterus terang kalau ia terpaksa membuang bayi tersebut karena ia hamil dari hasil hubungan gelap dengan pria lain tanpa sepengetahuan suaminya Aris S.
"LK mengaku membunuh bayi nya karena bayi tersebut bukan hasil hubungannya dengan Ariis S suaminya melainkan hasil hubungan LK dengan MS alias Maksi," ujar Kapolsek.
Beberapa waktu lalu Aris S sedang bekerja di Flores.
Aris S dan LK sendiri merupakan pasangan kumpul kebo dan belum menikah sah. Namun Aris dan LK sudah dikaruniai seorang anak.
Saat Aris ke Flores, LK menjalin hubungan dengan Maksi dan melakukan hubungan badan hingga hamil.
Saat usia kandungan tiga bulan baru lah Aris kembali berkumpul dengan LK dan Aris sama sekali tidak mengetahui kehamilan LK dari pria lain hingga LK nekat melahirkan sendiri bayi hasil hubungan gelapnya.
LK bersama anaknya dengan Aris memilih tinggal dengan bersama kedua orang tua LK di DesaTest kecamatan Bikomi Utara kabupaten TTU.
Diduga mutilasi
Kapolsek Miomaffo Timur tidak membantah kalau LK memutilasi bayinya.
"Ada bekas luka sayatan rapi pada potongan kepala bayi," ujar Kapolsek.
Polisi masih mencari bagian tubuh bayi yang lain.
"Tersusa hanya potongan kepala. Bagian tubuh yang lain belum ditemukan;" ujar Kapolsek.
Pihaknya sudah mengamankan LK namun saat LK hendak dititipkan ke Rutan Polres TTU pada Jumat malam, LK sakit.
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Pasca Ditangkap di Kupang, Tersangka Penganiaya IRT di Rote Timur Ditahan Polisi
Hilang Saat Mencuci, IRT di Sumba Timur Ditemukan Meninggal Dunia
Ditangkap Resmob Polda NTT di Kupang, Polsek Rote Timur Jemput Mahasiswa Pelaku Penganiayaan IRT
IRT di Sumba Timur Hilang Usai Cuci di Sungai
Dua IRT Tewas, Polres TTS Amankan Sopir Pick Up Terlibat Laka Lantas
IRT di Kupang Terluka daat Kompor Meledak
Komentar
Berita Terbaru
Rinto Subekti Ajak Masyarakat Teruskan Estafet Perjuangan Pahlawan dengan Jaga Persatuan
Pemerintah Provinsi Sumatra Utara dan Telkom Jalin Kontrak Penyediaan WiFi Ruang Publik di 8 Lokasi, Dukung Percepatan Digitalisasi Layanan Publik
Perang AS–Israel vs Iran 2026: Daftar Negara Terdampak dan Siaga Tinggi
Anggota DPR RI Apresiasi Inovasi Polsek Kualin Kelola Pekarangan
Awal Pekan Bulan Maret, Kapolresta Kupang Kota dan Para Kapolsek Jadi Inspektur Upacara di Sejumlah Sekolah di Kota Kupang
Di Ende, Polantas Sapa Warga dengan Berpatroli Sambil Bagikan Menu Sahur
Mahasiswa di Manggarai-NTT Todong Sajam dan Gasak Barang Dalam Kios