Polisi Bekuk Dua Pelaku Penikaman Mahasiswa Undana Kupang
Korban yang terlebih dahulu tiba di lokasi langsung berkelahi dengan 2 pelaku.
Kemudian Rafael dan Ferdi datang membantu korban.
Ferdi pun ikut dipukul sehingga ia ikut berkelahi.
Namun pemuda yang berkelahi dengan Ferdi masuk ke dalam rumah.
Ferdi kemudian memilih kabur dan mengajak korban dan Rafael untuk lari menyelamatkan diri.
Sementara itu Rafael mengaku sempat melihat korban Yohanes dipeluk oleh salah satu pelaku.
Rafael berusaha menarik korban dari para pelaku, namun ada pelaku lain dari dalam rumah datang memukul Rafael.
Rafael pun memilih kabur dan menyelamatkan diri dengan sepeda motor.
Baca Juga:

Dua terduga pelaku dan seorang saksi saat diamankan di Polsek Kelapa Lima.
Rafael tidak menduga kalau korban masih di lokasi kejadian.
Saat bertemu Ferdi Letlai, Rafael menanyakan keberadaan korban Yohanes namun keduanya memastikan kalau korban masih di lokasi kejadian.
Rafael dan Ferdi kembali ke lokasi di Jalan Esa Nita.
Keduanya mendapati korban sudah dalam keadaan ditikam dan berbaring di jalan raya.
Saat itu, korban mengalami luka tusuk pada perut dam meninggal dunia.
Marianus (24), salah seorang warga di sekitar lokasi kejadian mengaku kalau keributan tersebut sempat berujung damai.
"Sempat terjadi pertengkaran namun berujung damai dan saling jabat tangan," ujarnya.
Ia pun mengaku tidak mengetahui persis peristiwa penikaman terhadap korban dan pelaku yang menikam korban.
Polisi dari Polsek Kelapa Lima dan Polresta Kupang Kota pun turun ke lokasi kejadian.
Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara, mengamankan barang bukti dan meminta keterangan sejumlah mahasiswa dan warga yang mengetahui peristiwa ini.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit untuk visum dan diserahkan ke pihak keluarga.
Ada dua laporan polisi yang diterima pihak kepolisian yakni kasus pembunuhan dengan korban Yohanes dan kasus pengeroyokan dengan korban Rafael.
Mobil dan Tempat Usaha Tertimpa Pohon Tumbang di Kupang
Air Meluap, Mobil Pengawal Bupati Kupang Terseret Arus Banjir di Kali Siumate
Cabuli Anak Dibawah Umur, Sopir Angkot di Kota Kupang Terancam 15 Tahun Penjara
Undana Apresiasi Alumni Lolos SIPSS, Rektor Pesan Jaga Nama Baik Almamater dan Terus Berdampak
IRT di Kupang Terluka daat Kompor Meledak