Senin, 04 Maret 2024

Polisi Bekuk Dua Pelaku Penikaman Mahasiswa Undana Kupang

Imanuel Lodja - Senin, 25 September 2023 08:29 WIB
Polisi Bekuk Dua Pelaku Penikaman Mahasiswa Undana Kupang
istimewa
Tak membutuhkan waktu lama, polisi berhasil membekuk dua terduga pelaku pembunuhan Yohanis Mahasiswa Undana Kupang

digtara.com - Aparat keamanan dari Buser Polresta Kupang Kota dan Polsek Kelapa Lima membekuk dua terduga pelaku penikaman mahasiswa di Kelurahan Oesapa, Kota Kupang.

Kedua pelaku dibekuk pada Senin (25/9/2023) subuh di Boni M, Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.

Pasca kejadian ini, Polisi bekerja keras melakukan penyelidikan sejak Minggu malam hingga Senin subuh.

Kedua terduga pelaku kemudian dibawa ke Polsek Kelapa Lima untuk interogasi dan pemeriksaan lebih lanjut.

Polisi pun mengamankan sejumlah saksi dan mencari barang bukti.

"Diamankan dan masih diinterogasi," ujar Kapolsek Kelapa Lima, AKP Jemy O. Noke, SH di Polsek Kelapa Lima, Senin (25/9/2023).

Kedua terduga pelaku ini diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan Yohanis Dombosko Padalani (23), mahasiswa jurusan Bahasa Inggris FKIP Undana Kupang.

Korban Yohanis tewas diduga ditikam dengan pisau pada Minggu (24/9/2023) malam.

Warga asal Desa Likwatang, Kec Alor Tengah Utara, Kabupaten Alor ini tinggal di Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

Korban terlibat pengeroyokan dan penganiayaan di Jalan Esanita, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.

Baca Juga:

Jasadnya ditemukan telgeletak di jalan dengan tubuh bersimbah darah.

Tak membutuhkan waktu lama, polisi berhasil membekuk dua terduga pelaku pembunuhan Yohanis.

Identitas korban di halaman selanjutnya

Dua terduga pelaku yang diamankan polisi yakni KFS alias Kris (25), nelayan asal Kelurahan Oesapa.

Seorang lagi adalah EA alias Epon (23), yang merupakan warga Kelurahan Oeba, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang.

Diperoleh informasi kalau awal peristiwa bermula saat Rafael Jermia Lema (23), mahasiswa yang kos di kos Juntari, Jalan Kabesak Kelurahan Oesapa, Kota Kupang membonceng rekan perempuan dengan sepeda motor.

Ada pula satu sepeda motor yang dikendarai dan ditumpangi dua rekan perempuan yang lain.

Saat itu mereka dari Kelurahan Oesapa ke Kelurahan Kayu Putih, Kota Kupang.

Saat tiba di Jalan Esa Nita, ada 3 pemuda dalam keadaan mabuk akibat konsumsi minuman keras.

Ketiga pemuda tersebut berjalan di tengah jalan sehingga menghalangi korban dan tiga rekan wanita.

Dua orang rekan korban yang menggunakan sepeda motor sendiri nyaris menabrak para pemuda tersebut.

Para pemuda yang dalam keadaan mabuk miras nyaris memukul 2 perempuan rekan Rafael.

Rafael menegur mereka karena yang salah adalah para pemuda tersebut.

Saat itu para pemuda ini mengancam untuk memukul Rafael dan rekannya.

Namun Rafael dan tiga rekannya terus melanjutkan perjalanannya ke Kelurahan Kayu Putih.

Saat kembali dari Kelurahan Kayu Putih dan tiba di kos, Rafael mengabari korban Yohanes melalui pesan whatsapp kalau ia dihadang dan nyaris dikeroyok di Jalan Esa Nita Kelurahan Oesapa.

Korban kemudian datang dari Kelurahan Sikumana.

Begitu tiba, korban mengajak Rafael dan Ferdi Letlai (22), mahasiswa yang tinggal di Asrama Sambolo, Kelurahan Oesapa ke lokasi kejadian.

Saat tiba di Jalan Esa Nita, mereka melihat para pelaku turun dari angkutan kota.

Korban kemudian bertanya ke para pelaku soal ancaman pelaku yang hendak memukul Rafael.


Korban yang terlebih dahulu tiba di lokasi langsung berkelahi dengan 2 pelaku.

Kemudian Rafael dan Ferdi datang membantu korban.

Ferdi pun ikut dipukul sehingga ia ikut berkelahi.

Namun pemuda yang berkelahi dengan Ferdi masuk ke dalam rumah.

Ferdi kemudian memilih kabur dan mengajak korban dan Rafael untuk lari menyelamatkan diri.

Sementara itu Rafael mengaku sempat melihat korban Yohanes dipeluk oleh salah satu pelaku.

Rafael berusaha menarik korban dari para pelaku, namun ada pelaku lain dari dalam rumah datang memukul Rafael.

Rafael pun memilih kabur dan menyelamatkan diri dengan sepeda motor.

Dua terduga pelaku dan seorang saksi saat diamankan di Polsek Kelapa Lima.

Rafael tidak menduga kalau korban masih di lokasi kejadian.

Saat bertemu Ferdi Letlai, Rafael menanyakan keberadaan korban Yohanes namun keduanya memastikan kalau korban masih di lokasi kejadian.

Rafael dan Ferdi kembali ke lokasi di Jalan Esa Nita.

Keduanya mendapati korban sudah dalam keadaan ditikam dan berbaring di jalan raya.

Saat itu, korban mengalami luka tusuk pada perut dam meninggal dunia.

Marianus (24), salah seorang warga di sekitar lokasi kejadian mengaku kalau keributan tersebut sempat berujung damai.

"Sempat terjadi pertengkaran namun berujung damai dan saling jabat tangan," ujarnya.

Ia pun mengaku tidak mengetahui persis peristiwa penikaman terhadap korban dan pelaku yang menikam korban.

Polisi dari Polsek Kelapa Lima dan Polresta Kupang Kota pun turun ke lokasi kejadian.

Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara, mengamankan barang bukti dan meminta keterangan sejumlah mahasiswa dan warga yang mengetahui peristiwa ini.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit untuk visum dan diserahkan ke pihak keluarga.

Ada dua laporan polisi yang diterima pihak kepolisian yakni kasus pembunuhan dengan korban Yohanes dan kasus pengeroyokan dengan korban Rafael.


Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Penjaga Salon di Kupang Meninggal Mendadak

Penjaga Salon di Kupang Meninggal Mendadak

Motif Sepele! Penganiaya-Perampok Mahasiswa UINSU Ditangkap, Salah Satunya Kepala Desa

Motif Sepele! Penganiaya-Perampok Mahasiswa UINSU Ditangkap, Salah Satunya Kepala Desa

Mengaku Anggota Paminal, Pria di Kupang Aniaya Kekasihnya

Mengaku Anggota Paminal, Pria di Kupang Aniaya Kekasihnya

Remaja di Kupang-NTT Nyaris 'Dijual' Ratusan Juta ke Timor Leste

Remaja di Kupang-NTT Nyaris 'Dijual' Ratusan Juta ke Timor Leste

Gara-gara Sumur Bor, Pemuda di Kupang Dikeroyok Rekannya

Gara-gara Sumur Bor, Pemuda di Kupang Dikeroyok Rekannya

Satgas Pangan Polda NTT Pantau Kenaikan Harga Beras, Belum Ada Indikasi Penimbunan Sembako

Satgas Pangan Polda NTT Pantau Kenaikan Harga Beras, Belum Ada Indikasi Penimbunan Sembako

Komentar
Berita Terbaru