Ketahui Tanda-tanda Tubuh Kekurangan Asupan Karbohidrat
digtara.com – Karbohidrat adalah salah satu dari tiga makronutrien, di samping lemak dan protein, yang juga dibutuhkan oleh tubuh.
Baca Juga:
- 5 Rekomendasi Smartwatch Pengukur Detak Jantung Terbaik untuk Orang Tua
- Pastikan Jemaah Sehat dan Layak Berangkat, Wamenhaj Tinjau Langsung Proses Pemeriksaan Istithaah Kesehatan Calon Jemaah Haji di Puskesmas
- Program SPELING Antarkan Pemprov Jateng Raih Penghargaan Layanan Kesehatan Terbaik, Anggota DPRD Jateng Abdul Hamid Minta Fokus Peningkatan Kualitas d
Nutrisi ini ditemukan dalam makanan seperti kentang, pasta, roti, dan nasi putih.
Menghindari asupan karbohidrat dianggap sebagai cara untuk menurunkan berat badan.
Namun faktanya adalah sebaliknya.
“Diet rendah karbohidrat telah populer selama beberapa tahun, bahkan beberapa dekade sekarang, tetapi mengurangi asupan karbohidrat anda dapat menimbulkan masalah,” kata ahli diet, Nichola Ludlam-Raine.
Baca: Wajib Diketahui! 9 Manfaat Mengkonsumsi Pizza bagi Kesehatan
Berikut tanda tubuh kekurangan karbohidrat :
1. Kurang energi
Karbohidrat adalah sumber utama bahan bakar tubuh. Jadi jika anda mengurangi asupan karbohidrat secara signifikan, maka tingkat energi juga semakin ‘tipis’.
“Tubuh kita dapat menggunakan sumber bahan bakar lain (seperti lemak),†katanya, dilansir Insider.
2. Kabut otak
Otak membutuhkan glukosa yang dipecah dari karbohidrat agar berfungsi secara optimal. Ketika tidak cukup mengonsumsi karbohidrat, anda mungkin akan mengalami suasana hati yang buruk dan kesulitan berkonsentrasi.
“Mengonsumsi karbohidrat bersama protein membantu mendukung produksi triptofan, yang kemudian diubah menjadi serotonin (dikenal sebagai hormon bahagia),” sambungnya.
3. Lebih sedikit energi untuk berolahraga
Tubuh menyimpan karbohidrat sebagai glikogen di hati dan otot. Ini digunakan untuk energi dan bermanfaat untuk berolahraga, baik berlari, bersepeda, atau di gym.
Menurut pelatih olahraga, Mike Molloy, makan cukup karbohidrat sangat penting bagi orang-orang yang melakukan latihan internsitas tinggi, seperti HIIT atau CrossFit.
4. Sulit pulih setelah berolahraga
Karbohirat tidak hanya menambah energi, tetapi juga membantu pemulihan setelah berolahraga.
“Setelah kita berolahraga, tubuh perlu mengizi kembali simpanan glikogennya yang habis selama berolahraga,” imbuhnya.
Karenanya, dianjurkan untuk mengonsumsi karbohirat dengan protein untuk membantu masa pemulihan setelah berolahraga. Bila tubuh tidak pulih secara efisien, anda mungkin akan mengalami nyeri otot lebih lama setelah berolahraga.
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Ketahui Tanda-tanda Tubuh Kekurangan Asupan Karbohidrat
5 Rekomendasi Smartwatch Pengukur Detak Jantung Terbaik untuk Orang Tua
Pastikan Jemaah Sehat dan Layak Berangkat, Wamenhaj Tinjau Langsung Proses Pemeriksaan Istithaah Kesehatan Calon Jemaah Haji di Puskesmas
Program SPELING Antarkan Pemprov Jateng Raih Penghargaan Layanan Kesehatan Terbaik, Anggota DPRD Jateng Abdul Hamid Minta Fokus Peningkatan Kualitas d
Hari Kesehatan Nasional 2025, Sarif Kakung Dukung Program Pelayanan Kesehatan Dokter Spesialis Keliling
Puluhan Warga Kupang Barat Dapat Layanan Kesehatan Gratis dari Polda NTT