Meimeris Tumanggor Berhasil Dipulangkan ke Sumut
digtara.com | MEDAN – Hanya dalam waktu tiga hari, tim yang dikirim Gubernur Edy Rahmayadi berhasil memulangkan Meimeris Tumanggor, seorang tenaga kerja wanita asal Sumatera Utara, yang diterlantarkan majikannya di Malaysia.
Baca Juga:
Kepala Dinas Kesehatan Sumut Alwi Mujahit Hasibuan mengungkapkan bahwa Meimeris sudah berada di Sumatra Utara.
“Alhamdulillah, saat ini kami sudah tiba di Tanjungbalai, Asahan,†ujarnya dalam keterangan, Rabu (28/8/2019) sore.
Menurut Alwi Mujahit, ia dan Meimeris tiba di Pelabuhan Tanjungbalai Asahan pada Rabu sore. Kedatangan mereka disambut para pejabat dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan Pemerintah Kota Tanjungbalai.
Setelah kapal feri cepat bersandar di dermaga, Meumeris langsung dimasukkan ke ambulans KKP dan diperiksa petugas RSUD Dr Tengku Mansyur Kota Tanjungbalai.
Seusai menjalani pemerikaaan singkat, selanjutnya Meimeris dibawa ke RSUD untuk diberikan perawatan selama satu malam.
Alwi mengatakan, meski fisiknya masih lemah, tetapi kondisi kesehatan Meimeris terus membaik dan sudah bisa berjalan sendiri.
Karena itu ia akan dirawat terlebih dahulu satu malam di Tanjungbalai sebelum dibawa ke Medan pada Kamis 29 Agustus 2019 pagi.
“Kami berharap besok pagi (Meimeris) akan lebih segar dan akan dipindahkan ke RS Haji Medan,” ujarnya.
Alwi Mujahit merupakan satu dari sejumlah pejabat Pemprov Sumut yang diutus Gubernur Edy Rahmayadi untuk memulangkan Meimeris dari Penang, Malaysia.
Tim yang dipimpin Sekdaprov Sabrina mulai melaksanakan misinya pada Minggu 25 Agustus 2019, yang diawali dengan mendatangi dan berkoordinasi dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Penang.
Selama di Penang tim juga sudah bernegosiasi dengan majikan Meimeris yang kemudian bersedia membayar gaji TKW asal Tapanuli Utara tersebut.
Sebelumnya Meimeris sempat terlantar di Penang. Ia bekerja selama tiga tahun di satu sekolah di Bukit Martajam, Penang, tanpa diberi gaji.
Ketika jatuh sakit, ia malah diletakkan majikannya di halaman depan Kantor KJRI. Namun karena tidak punya paspor pekerja, ia takut ditahan dan dipulangkan sehingga tidak berani masuk KJRI.
Ia kemudian ditemukan anggota Perkumpulan Persatuan Masyarakat Indonesia di Malaysia (Permai) dan kemudian membawanya ke Rumah Sakit Kerajaan Malaysia di Bukit Martajam Penang.
Setelah mengetahui dan memastikan kabar tersebut, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi lantas mengirim tim pemulangan ke Penang.
[AS]
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat
Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS
Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya
Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia
Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur