Waka Polda NTT: NKRI Jangan Terpecah-pecah
Digtara.com | KUPANG – Waka Polda NTT, Brigjen Pol Drs Johni Asadoma, M.Hum melakukan safari Keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Kali ini, safari Kamtibmas dilakukan jenderal bintang satu ini ke Desa Oebelo Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Baca Juga:
Waka Polda NTT, Brigjen Pol Drs Johni Asadoma, M.Hum mengingatkan soal perbedaan yang perlu dirawat karena ada sekelompok kecil WNI yang ingin mengganti pancasila dan Provinsi NTT harus menjadi pelopor dan pionir yang mencintai NKRI.
Kehadiran masyarakat eks Timor Leste dalam safari Kamtibmas pun dinilai Waka Polda sebagai bentuk perjualan. “Jika ada kelompok yang mengganti dasar negara dengan paham lain maka harus dilawan karena Indonesia adalah negara pancasila. Diingatkan pula kalau perbedaan menjadi anugerah Tuhan dan harus dikelola ibarat mengelola orkes simfoni.
“NKRI jangan terpecah-pecah. NKRI hingga saat ini masih kokoh,” tandas Waka Polda NTT.
Waka Polda NTT juga menggambarkan mengenai tugas kepolisian bersama masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban.
Waka Polda pun berjanji memfasilitasi masyarakat WNI kelahiran Timor Leste untuk bertemu gubernur NTT, Viktor B Laiskodat, SH terkait kepemilikan lahan dan persoalan soslal lainnya.
“Pengorbanan menjadi bagian NKRI patut dihargai dan pemerintah akan memberikan yang terbaik untuk eks pengungsi Timor Leste termasuk untuk pendidikan anak-anak,” tandas Waka Polda NTT.
Dari sisi keamanan, karena warga eks pengungsi Timor Leste sudah menjadi bagian NKRI maka peran masyarakat dalam menjaga kamtibmas sangat dibutuhkan. Dengan jumlah penduduk NTT 5,5 juta yang tersebar di 22 kabupaten/kota tidak dapat dijangkau seluruhnya oleh polisi karena hanya ada 10.000 anggota Polri di NTT. Untuk itu perlu peran serta masyarakat menjaga keamanan dilingkungan masing-masing.
Waka Polda juga berpesan kepada warga agar menaati dan menghormati hukum dan aturan yang ada serta harus membangun komunikasi dan persahabatan dengan warga lokal. “Tidak boleh terkotak-kotak, harus hidup membaur,” harap Waka Polda NTT.
Ia berharap warga lokal dan eks pengungsi sama-sama bekerja membangun kehidupan menjadi lebih baik.
Khusus untuk anak muda, Waka Polda berpesan agar menghindari konsumsi minuman keras yang berlebihan karena banyak gangguan kamtibmas terjadi karena pengaruh konsumsi minuman keras.
“Jaga diri agar tidak terpengaruh dengan konsumsi miras,” tandas Waka Polda NTT.
Waka Polda juga berjanji akan mempertimbangkan pembangunan pos polisi namun perlu dikoordinasikan terutama terkait ketersediaan personil Polri.
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat
Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS
Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya
Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia
Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur