Kamis, 12 Maret 2026

Saya Tidak Punya Uang Tapi Saya Punya Saudara-saudara Kata Edy Ikhsan

- Sabtu, 24 Agustus 2019 08:34 WIB
Saya Tidak Punya Uang Tapi Saya Punya Saudara-saudara Kata Edy Ikhsan

Digtara.com | MEDAN – Ritual upah-upah dan ulos tondi diberikan kepada Edy Ikhsan dan Istri, Sri Rahayu Kartini yang juga kader KAHMI Fakultas Hukum USU. Keluarga Besar Korps Alumni HMI (KAHMI) Komisariat Fakultas Hukum USU menggelar kumpul rembuk.

Baca Juga:

Kegiatan ini mematangkan langkah dukungan kepada Edy Ikhsan, seorang kader HMI yang akan maju pada Pilkada Medan melalui jalur independen.

Sebelum sesi rembuk dimulai, panitia meminta pandangan umum dari pengurus KAHMI Hukum USU, Syahruzal Yusuf. Menurut Syahruzal, kumpul rembuk merupakan hal yang biasa dilakukan kader HMI. Namun, momentum kali ini karena ada salahsatu kader KAHMI Komisariat Fakultas Hukum USU yang akan bertarung pada Pilkada Medan 2020 melalui jalur independen, Edy Ikhsan.

“Tentu ini menjadi tanggungjawab kita apa yang mesti kita lakukan. Yang mesti cepat dilakukan adalah pengumpulan dukungan KTP karena jalur independen harus mengumpulkan 6,5 persen dari DPT Kota Medan dan melakukan pendaftaran ke KPU lebih dulu sebelum calon dari Parpol mendaftar. Langkah ke sana itulah yang akan difinalkan meski sudah ada rembuk-rembuk sebelumnya,” kata Syahruzal Yusuf.

Usai pandangan dari pria yang dijuluki Ketua Komisariat HMI Hukum USU sepanjang masa itu, KAHMI mengupah-upah dan mengulosi tondi Edy Ikhsan dan istri Sri Rahayu Kartini.

“Upah-Upah dan ulos tondi ini supaya saudara kami Edy Ikhsan dan istri makin semangat mewujudkan Medan lebih manusiawi serta dimudahkan segala apa yang direncanakan bersama ini,” kata Chairil Siregar, mewakili KAHMI usai mengupah-upah Edy Ikhsan dan istri Sri Rahayu Kartini yang juga kader KAHMI Fakultas Hukum USU.

Fauziah menegaskan, upah-upah dan ulos tondi ini bentuk dukungan penuh kepada Edy Ikhsan pada Pilkada Medan 2020. “Kami mendukung penuh Edy Ikhsan demi mewujudkan Medan lebih manusiawi,” kata Fauziah.

Sebelumnya, Edy Ikhsan mengatakan HMI telah mendarah daging dalam dirinya. “Bukan saja karena sudah lebih dari 25 tahun ber-HMI, tapi juga keluarga kami berhimpun dalam HMI. Abang saya Syaiful Bakhri pernah Ketua Komisariat HMI Pertanian. Istri saya juga ber-HMI,” kata Edy Ikhsan.

Peraih penghargaan HAM dari Singapura itu menegaskan keputusan untuk bertarung dalam Pilkada Medan 2020 melalui analisis yang panjang. Sebagai seorang anak Medan kelahiran Jalan Purwo Medan Perjuangan, Edy memiliki kegelisahan tentang masa depan kota bagi generasi selanjutnya.

“Ini bukan untuk Edy Ikhsan. Tapi sebagai anak Medan yang memiliki intelektualitas, salah jika kita membiarkan masa depan kota ini hancur. Saya yakin saudara-saudara ku yang lain merasakan betapa ketidakadilan itu kentara sekali. Paling parah adalah bahwa generasi kita nanti tak tahu bahwa Medan ini adalah kota sejarah, namun peninggalan sejarah itu hancur oleh visi pembangunan yang tak punya sense of history. Dan masih banyak lagi,” tegas Edy.

Edy sudah mengutarakan niatan itu kepada istri dan dua anaknya. “Dan pada 10 hari terakhir Ramadan lalu saya beritikaf di masjid-masjid tua di Kota Medan ini. Saya katakan Ya Allah jika ini baik, maka permudahlah. Namun jika ini buruk bagi ku dan agama ku, maka hentikan niat ini segera,” paparnya.

Kemudian, Edy menyinggung niatan bertarung pada gelanggang Pilkada Medan yang sangat berat bagi dirinya yang tak memiliki banyak uang. “Saya tak bergelimang harta, tapi saya punya saudara-saudara seperti di HMI ini, teman dan kawan di NGO serta kolega yang saya yakin akan membantu saya,” tambahnya.[ana]

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Komentar
Berita Terbaru