Senin, 04 Maret 2024

Jenny Zain: Pilkada 2020 Harus Jadi Momentum Perubahan Peradaban

- Jumat, 26 Juli 2019 09:06 WIB
Jenny Zain: Pilkada 2020 Harus Jadi Momentum Perubahan Peradaban

Digtara.com | MEDAN – Menjelang Pilkada Medan, Relawan Gerakan Menolak Politik Uang, Jenny Zain mengatakan, Pemilihan Kepada Daerah pada 2020, termasuk di dalamnya Kota Medan, harus menjadi momentum perubahan peradaban.

Baca Juga:

Dalam Pilkada Medan 2020 bisa menjadi momentum menciptakan harapan baru atau malah terjebak pada sebuah keputus-asaan. Hal itu bergantung pada kontestan yang menjadi calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Medan nantinya, dan kemauan publik untuk memperbaiki peradaban.

“Harapan akan muncul bila ada nama-nama baru dengan latarbelakang clean and clear, mengakar serta tidak tersandera dosa masa lalu. Sebaliknya, besar kemungkinan tercipta keputus-asaan jika dipimpin orang-orang yang mengandalkan uang sebagai senjata utama untuk membeli suara rakyat,” kata Jenny dalam diskusi bertema ‘Pilkada Medan 2020: Sebuah Harapan atau Keputus-asaan’ di Medan, Jumat (26/7).

Dia menegaskan masyarakat Medan harus mau belajar dari pengalaman Pilkada Medan 2015. Ini menjadi pelajaran paling berharga dimana rakyat hanya disodorkan dua pasangan calon antara petahana minim prestasi dengan penantang yang tak punya basis mengakar di titik manapun.

“Kita disodorkan dua pasangan yang telah ditentukan terlebih dulu oleh parpol. Lalu oleh penyelenggara, kita dianjurkan memilih di TPS. Akibatnya, angka golput tidak kurang dari 74 persen. Ini peradaban demokrasi paling buruk bagi kota yang katanya berusia ratusan tahun,” paparnya.

Dia menilai munculnya nama calon Wali Kota Medan dari jalur non partai merupakan alternatif yang bisa menjembatani aspirasi rakyat hingga ke akar rumput. Tentu yang perlu digarisbawahi adalah calon berlatarbelakang bersih, bukan impor serta tidak terjebak pada kepentingan kelompok.

Sejauh ini baru nama Edy Ikhsan yang menyatakan siap maju Pilkada Medan lewat jalur non partai. Sementara yang lainnya terkesan masih malu-malu mau.

“Kita berharap Edy Ikhsan mendapat restu tidak hanya berupa fisik KTP tapi juga gerakan-gerakan pencerdasan dari orang-orang yang mendorongnya dalam kontestasi. Apalagi kita tahu Edy Ikhsan ini punya basis yang mengakar di tataran kampus dan aktivis NGO,” papar Jenny.

Dengan tak mengesampingkan peranan parpol dalam demokrasi, Jenny, menilai kemunculan Edy Ikhsan bisa menjadi penyejuk di tengah oase kedahagaan kepemimpinan di Kota Medan yang lebih banyak ditentukan tataran elit partai politik.

Yang tak kalah penting, sambung Jenny, rakyat harus berani membangun kesadarannya sendiri untuk menciptakan sebuah peradaban yang lebih baik.

“Kita awali dari keyakinan diri bahwa kita adalah pemegang kedaulatan. Money politic yang melemahkan kesadaran hak-hak politik rakyat harus dilawan. Peradaban yang baik tidak diciptakan dari praktik jual-beli suara,” tambahnya.[ana]

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Komentar
Berita Terbaru